KNKT Ungkap KA Argo Bromo Dapat Sinyal Hijau Sebelum Tabrak KRL di Bekasi, Begini Kronologinya
JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memaparkan kronologi terkait kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KA 5568A Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. Terungkap fakta bahwa masinis Argo Bromo Anggrek melaju karena mendapatkan aspek sinyal berwarna hijau, meski saat itu terdapat gangguan di lintasan.
Dalam rapat bersama Komisi V DPR, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan secara rinci garis waktu kejadian yang menunjukkan betapa singkatnya jeda waktu antara kecelakaan pertama yang melibatkan KRL dengan Taksi Green SM dan tabrakan antarkereta di Stasiun Bekasi Timur.
Peristiwa bermula pada pukul 20.45.32 WIB ketika KRL 5568A berangkat dari Stasiun Bekasi menuju Stasiun Bekasi Timur. Sementara itu, sekitar pukul 20.48.13 hingga 20.48.29 WIB, KRL 5568A proses masuk dan berhenti di Stasiun Bekasi Timur di Jalur 1.
"Pukul 20.48.29 kejadian tabrakan antara KA 5181 Commuter Line dengan kendaraan bermotor roda empat (Taksi Green SM) di JPL Bekasi Timur jalur hilir," kata Soerjanto dalam penjelasannya di ruang rapat Komisi V DPR, Kamis (21/5/2026).
Roy Suryo Sindir Rismon Sianipar: Kok Berani Neliti Ijazah Jokowi Kalau Ijazahnya Sendiri Palsu?
Di saat yang hampir bersamaan, KA 5568A Commuter Line sedang melakukan proses naik-turun penumpang di Stasiun Bekasi Timur. Pada pukul 20.48.53, KA 5568A sempat bergerak maju sejauh 1,69 meter.
"Jadi cuma pendek saja, dan berhenti karena masinis melihat kerumunan masyarakat di jalur hulu (tempat KRL tabrakan dengan Taksi Green SM)," ujarnya.
Petaka terjadi beberapa menit kemudian. Pada pukul 20.50.43, KA 4B Argo Bromo Anggrek melintas langsung di Jalur 3 Stasiun Bekasi. KNKT menegaskan bahwa saat itu sinyal keluar J12 menunjukkan aspek hijau, yang berarti kereta diizinkan melaju dengan kecepatan normal.
"Pada pukul 20.50.43 KA Bromo Anggrek berjalan langsung di Jalur 3 Stasiun Bekasi dengan sinyal keluar J12 beraspek hijau," ujarnya.
Hanya berselang kurang dari dua menit kemudian, tepatnya pukul 20.52.12, tabrakan antara KA 4B Argo Bromo Anggrek dengan bagian belakang KA 5568A Commuter Line tidak terelakkan.
Temuan ini memicu respons dari Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus. Ia mempertanyakan mengapa sistem persinyalan memberikan lampu hijau kepada Argo Bromo Anggrek, padahal sedang ada kecelakaan taksi dengan KRL dan posisi KRL yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
"Berarti di situ kesimpulannya sinyalnya hijau maka dia (Argo Bromo) bergerak?" cecar Lasarus.
"Maka dia bergerak," jawab Ketua KNKT.
KNKT mencatat rentang waktu antara kecelakaan taksi dengan tabrakan sesama kereta sangat singkat, yakni hanya berjarak 3 menit 43 detik.
"Jadi memang cukup singkat antara tabrakan KA 5181 (dengan taksi), dengan tabrakan Argo Bromo, 3 menit 43 detik," pungkasnya.










