Iran Beri Peringatan Keras: Teluk Oman Bisa Jadi Kuburan Kapal Perang AS

Iran Beri Peringatan Keras: Teluk Oman Bisa Jadi Kuburan Kapal Perang AS

Terkini | okezone | Senin, 18 Mei 2026 - 17:42
share

JAKARTA – Pejabat Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa Teheran dapat merespons secara militer terhadap blokade yang diberlakukan Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Penasihat Senior Pemimpin Iran Mohsen Rezaei mengatakan bahwa jika opsi ini diambil, Teluk Oman bisa menjadi "kuburan" bagi kapal perang Amerika.

Berbicara di televisi pemerintah Iran pada Minggu, Rezaei mengatakan kesabaran Iran terhadap pembatasan maritim yang sedang berlangsung telah habis setelah berminggu-minggu aktivitas pengiriman terganggu.

“Semakin lama mereka melanjutkan blokade angkatan laut terhadap Iran, semakin besar kerusakan yang akan ditimbulkan terhadap ekonomi dunia,” kata Rezaei sebagaimana dilansir RT. “Kami menyarankan militer AS untuk mencabut blokade sebelum Teluk Oman berubah menjadi kuburan mereka.”

Rezaei, mantan komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), berpendapat bahwa Teheran memiliki dasar kuat untuk merespons secara militer terhadap tindakan perang, karena menurutnya blokade tersebut setara dengan perang.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan operasi angkatan laut pada 13 April, yang melemahkan upaya diplomatik tidak langsung yang dimediasi oleh Pakistan. Meskipun Washington dan Teheran mendeklarasikan gencatan senjata yang rapuh pada 8 April, kedua pihak terus menolak syarat-syarat satu sama lain untuk penyelesaian yang lebih luas.

Pada akhir pekan, Trump kembali menekan Teheran melalui media sosial, memperingatkan bahwa "Waktu Terus Berjalan" bagi Iran. Ia juga membagikan gambar yang menggambarkan Iran diserang oleh negara-negara tetangga, termasuk negara-negara yang tetap netral dalam konflik tersebut.

Krisis tersebut dipicu oleh kampanye pengeboman AS-Israel yang menargetkan kepemimpinan Iran dan infrastruktur utamanya. Teheran menanggapi dengan serangan balasan terhadap negara-negara penyerang dan terhadap negara-negara regional yang menampung pangkalan militer AS. Otoritas Iran juga telah membatasi pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur air strategis yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman.

Menurut laporan Axios dan CNN, Trump mengadakan pertemuan dengan pejabat senior keamanan nasional pada Sabtu, (16/5/2026) untuk membahas kemungkinan langkah selanjutnya, termasuk aksi militer lanjutan. Pertemuan tersebut dilaporkan diadakan beberapa jam setelah Trump kembali dari kunjungan kenegaraan ke China dan dihadiri oleh Wakil Presiden J.D. Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Direktur CIA John Ratcliffe, dan utusan khusus Steve Witkoff, menurut sumber.

Topik Menarik