7 Pemain Top Real Madrid yang Pernah Diejek Fansnya Sendiri, Nomor 1 Kylian Mbappe

7 Pemain Top Real Madrid yang Pernah Diejek Fansnya Sendiri, Nomor 1 Kylian Mbappe

Terkini | okezone | Senin, 18 Mei 2026 - 14:56
share

DERETAN pemain mega bintang Real Madrid ini ternyata pernah disindir atau dihina oleh suporternya sendiri. Ya, meski menyandang sebagai klub dengan standar tertinggi di dunia, pemilik gelar Liga Champions terbanyak ini dituntut memberikan hasil yang terbaik. 

Pendukung setianya yang dijuluki sebagai Madridistas — tak kenal ampun ketika performa pemain dianggap tak sesuai ekspektasi. Siulan dan cemoohan bisa meledak kapan saja, bahkan terhadap legenda sekalipun.

Berikut pemain top Real Madrid yang pernah merasakan pahitnya diejek oleh fans mereka sendiri : 

1. Kylian Mbappe

Puncak keretakan hubungan Mbappe dengan fans terjadi pada Mei 2026. Setelah absen dari El Clasico melawan Barcelona, pertandingan yang berakhir dengan kekalahan Madrid 2-0. Foto-fotonya yang sedang berlibur di kapal pesiar di Sardinia beredar luas di media sosial, hingga membuat amarah Madridistas memuncak. 

Paling santer ketika namanya diumumkan sebelum pertandingan kontra Real Oviedo pada 14 Mei 2026, siulan dan cemoohan langsung memenuhi stadion. 

2. Vinicius Jr

Berbicara soal Vini memang tidak ada habisnya, pemain asal Brasil ini dikenal selalu membuat tingkah yang sulit diterima Madridista. 

Insiden pertama terjadi pada 20 Desember 2025 saat Real Madrid mengalahkan Sevilla 2-0 di Bernabeu. Vinicius ditarik keluar di menit ke-83 dan disambut siulan keras.

Sesaat setelah peluit akhir berbunyi, dan Vinicius masih di ruang ganti, ia mengubah foto profilnya di Instagram dari gambar dirinya memegang jersey Madrid menjadi seragam timnas Brasil. Ia hanya mengunggah foto pertandingan dengan keterangan singkat: "..."

Saat Madrid menang besar 5-1 atas Real Betis, Vinicius kembali disoraki ketika digantikan. Pelatih Xabi Alonso yang saat itu masih menjabat membela sang pemain, menyebut penampilannya "sangat bagus."

Cemoohan memuncak pada 17 Januari 2026 saat melawan Levante. Vinicius, bersama Jude Bellingham, sudah disoraki bahkan sebelum pertandingan dimulai.

 

3. Cristiano Ronaldo

CR7 yang berstatus sebagai legenda sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Real Madrid dengan lebih dari 450 gol juga tak kebal dari amarah Bernabeu. Sepanjang musim 2016-2017, Ronaldo beberapa kali menerima sorakan dari penonton ketika penampilannya dianggap tidak sesuai harapan.

Ronaldo sempat meledak ke publik merespons perlakuan tersebut. Ia menyatakan bahwa hal serupa tidak akan pernah terjadi di Manchester United.

4. Gareth Bale

Bale mungkin pemain yang paling konsisten menjadi sasaran cemoohan fans Real Madrid dalam era modern. Meski mencetak gol-gol bersejarah termasuk gol salto spektakuler di final Liga Champions 2018 — Bale tidak pernah benar-benar diterima sepenuhnya oleh Madridistas selama sembilan tahun berkarier di sana. Miris!

Situasi memburuk ketika Bale tertangkap kamera merayakan lolosnya Wales ke Euro 2020 sambil memegang spanduk bertuliskan "Wales, Golf, Madrid… Dalam urutan itu." Pesan itu dianggap menghina prioritas sang pemain terhadap klubnya.

5. Iker Casillas

Saint Iker adalah kapten legendaris, kiper terbaik dalam sejarah Real Madrid, dan sosok yang sangat dicintai. Namun, masa terakhirnya di Santiago Bernabeu pada 2015 silam berubah menjadi mimpi buruk. Fans terang-terangan menyatakan bahwa era Casillas sudah berakhir, ia disoraki oleh suporter yang bertahun-tahun sebelumnya memujanya.

 

6. Zinedine Zidane

Siapa sangka Zinedine Zidane, sosok yang kini dianggap sebagai salah satu legenda terbesar Real Madrid sebagai pemain dan pelatih pernah menjadi sasaran siulan Bernabeu? 

Ketika tiba dari Juventus pada 2001 dengan biaya transfer yang memecahkan rekor dunia, Zidane membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Ia kerap dicemooh di awal kariernya karena tampil di bawah ekspektasi.

7. Alfredo Di Stefano

Ya, Alfredo Di Stefano juga tak ketinggalan. Pemain paling ikonik dalam sejarah Real Madrid, arsitek utama era kejayaan lima gelar Piala Eropa berturut-turut di era 1950-an dan 1960-an. 

Pada Natal 1962 silam, Di Stefano tampil dalam sebuah iklan yang menampilkan dirinya mengenakan jersey Madrid lengkap dengan stoking, sesuatu yang dianggap tidak pantas oleh sebagian fans. Saat Real Madrid menjamu Athletic Bilbao, ia disoraki. Di Stefano kemudian membalas cemoohan itu dengan dua gol yang membungkam kritik.


 

Topik Menarik