Angin Kencang Terjang Klaten, Belasan Rumah dan Tower Seluler Rusak

Angin Kencang Terjang Klaten, Belasan Rumah dan Tower Seluler Rusak

Terkini | okezone | Jum'at, 15 Mei 2026 - 21:05
share

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan situasi, dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia dalam periode Kamis (14/5/2026) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (15/5/2026) pukul 07.00 WIB. Dua kejadian terbaru yang dilaporkan yakni angin kencang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Angin kencang terjadi di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (14/5). Peristiwa yang terjadi pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB itu merusak 16 rumah warga dengan kategori rusak ringan,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Jumat (15/5/2026).

Selain rumah warga, dua tempat usaha dilaporkan mengalami rusak berat dan dua lainnya rusak ringan. Bencana tersebut juga menyebabkan sembilan pohon tumbang, satu tower seluler roboh, serta merusak satu jaringan transmisi listrik.

BPBD setempat memastikan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa angin kencang tersebut.

"Fenomena angin kencang ini dirasakan masyarakat di empat desa yang berada di Kecamatan Delanggu dan Polanharjo. Kejadian yang berlangsung bersamaan dengan hujan berintensitas sedang hingga lebat itu telah direspons personel tim reaksi cepat BPBD, instansi terkait, dan warga setempat," tuturnya.

 

Sementara itu, karhutla terjadi di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Kamis (14/5). Insiden yang terjadi pada siang hari itu berdampak pada lahan seluas satu hektare.

Titik karhutla berada di Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama oleh petugas BPBD dan dinas terkait.

Pada perkembangan penanganan banjir di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, BPBD bersama warga telah menyelesaikan pembersihan sampah pascabencana. Banjir dilaporkan telah surut, sementara rumah warga terdampak masih dalam penanganan.

“Kejadian yang terjadi pada Jumat lalu (8/5) melanda 22 kelurahan di delapan kecamatan. Data terkini BPBD mencatat dua warga meninggal dunia dan 1.393 keluarga terdampak,” terangnya.

Sementara itu, penanganan gerakan tanah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, masih terus dilakukan BPBD setempat. Penanganan difokuskan pada sejumlah titik jalan desa yang amblas.

 

Alat berat dari BBWS Citanduy juga telah dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan material longsor di Desa Bingkeng.

“Gerakan tanah yang terjadi pada Selasa (12/5) berdampak pada dua desa di Kecamatan Dayeuhluhur. Data sementara mencatat 11 rumah warga rusak dan dua lainnya terancam. Kerusakan meliputi satu rumah rusak berat, tujuh rusak sedang, dan tiga rusak ringan. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini,” katanya.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah. Pada hari ini (15/5), tiga wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, yakni Papua, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan. Sementara sejumlah wilayah lain diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

“Ditinjau dari tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah, sejumlah wilayah berada pada kategori mudah dan sangat mudah terbakar. Wilayah tersebut teridentifikasi di sejumlah daerah di Pulau Jawa, Lampung, serta sebagian kecil Sumatra Utara dan Aceh,” pungkasnya.

Topik Menarik