RI Serukan Kolaborasi Dunia Jaga Konservasi Mangrove di Forum PBB, Mitigasi Perubahan Iklim

RI Serukan Kolaborasi Dunia Jaga Konservasi Mangrove di Forum PBB, Mitigasi Perubahan Iklim

Terkini | inews | Jum'at, 15 Mei 2026 - 21:38
share

JAKARTA, iNews.id - Indonesia menyerukan kepada seluruh pemimpin dunia berkolaborasi menjaga konservasi ekosistem mangrove. Komitmen ini dibutuhkan sebagai bagian dari mitigasi perubahan iklim sekaligus ketahanan pesisir.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan dengan kepemilikan sekitar 23 persen dari total luas mangrove yang terbesar di dunia, Indonesia menempatkan mangrove sebagai aset penting bagi aksi iklim, ketahanan pesisir, dan konservasi keanekaragaman hayati.

Melalui inisiatif World Mangrove Center, kata dia, Indonesia mengajak masyarakat internasional untuk memperkuat kemitraan global, memperluas kolaborasi riset dan inovasi, serta mendorong aksi nyata bagi perlindungan dan restorasi mangrove dunia secara berkelanjutan.

"Dengan penguasaan hampir seperempat mangrove dunia, kami ingin memastikan ekosistem ini menjadi pilar utama dalam mitigasi perubahan iklim dan perlindungan wilayah pesisir," kata Raja Juli dalam Sidang ke-21 United Nations Twenty-first United Nations Forum on Forests di Markas Besar PBB, New York, dikutip Jumat (15/5/2026).

Dia menjelaskan sekitar 80 persen ekosistem mangrove di Indonesia berada di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan (Kemenhut). 

"Oleh karena itu, Indonesia berkomitmen untuk memimpin upaya global dalam memanfaatkan potensi mangrove guna mendukung aksi iklim, meningkatkan ketahanan pesisir, serta menjaga konservasi keanekaragaman hayati," ujarnya.

Lebih lanjut, Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan Kemenhut Dyah Murtiningsih menyatakan World Mangrove Center bertujuan untuk membangun pusat unggulan yang memfasilitasi pertukaran pengetahuan, riset, dan pendanaan internasional. Dalam agenda World Mangrove Center, inisiatif pusat penelitian dan restorasi mangrove dikembangkan di berbagai field observatory station di seluruh Indonesia.

"Langkah ini diharapkan dapat mempercepat restorasi mangrove global dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan ekosistem pesisir dunia," ujarnya.

Topik Menarik