Mendikdasmen: Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua yang Aman dan Nyaman
JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan positif bagi peserta didik. Menurutnya, budaya sekolah yang positif akan melahirkan generasi unggul.
Hal itu disampaikannya saat membuka Gebyar Lomba Talenta Siswa 2026 Tingkat Provinsi Banten. Tak sekadar menjadi ajang unjuk bakat dan prestasi pelajar, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan melalui Deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) serta peluncuran Sekolah Adiwiyata jenjang SMA, SMK, SKh, dan MA se-Provinsi Banten.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan implementasi Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.
Seru! Jirayut/El Rumi Kalahkan Atta Halilintar/Praz Teguh di Sportstive+ Badminton Edition
“Saya sangat mengapresiasi langkah konkret Provinsi Banten beserta seluruh pemerintah daerah kabupaten/kota. Sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik. Budaya sekolah yang positif akan melahirkan generasi unggul dan talenta-talenta hebat seperti yang hadir dalam ajang ini,” ujar Abdul Mu’ti.
Pembangunan SDM Dimulai dari Pendidikan
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan berwawasan lingkungan.
“Hari ini kita tidak hanya membuka kompetisi pelajar, tetapi juga meluncurkan standar baru pendidikan di Provinsi Banten. Sekolah Adiwiyata dan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter, kreatif, dan siap menyongsong Indonesia Emas,” ungkap Andra Soni.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan dan perundungan.
“Deklarasi ini bukan sekadar seremoni, tetapi komitmen nyata untuk menghadirkan sekolah yang sehat, aman, nyaman, dan bebas bullying. Pemkot Tangerang telah membentuk Pokja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman serta menghadirkan layanan digital Si Lacak Perak guna memperkuat pemantauan dan penanganan cepat terhadap kasus kekerasan di lingkungan sekolah,” jelas Sachrudin.
Sachrudin juga mengajak seluruh peserta Gebyar Lomba Talenta Siswa 2026 untuk menjadikan kompetisi tersebut sebagai ruang belajar, berprestasi, sekaligus mempererat persahabatan antardaerah di Provinsi Banten.
“Anak-anakku, tampilkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, dan jadikan Kota Tangerang sebagai rumah yang ramah, nyaman, dan penuh semangat kebersamaan,” pesannya.










