Sektor Pertanian hingga Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
JAKARTA – Sektor pertanian hingga pariwisata masih menjadi penggerak ekonomi daerah. Untuk mendorong potensi ekonomi daerah, termasuk sektor UMKM, diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan.
Melihat peluang tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menjalin kerja sama dengan perbankan untuk memperkuat layanan keuangan, mendukung pembiayaan usaha masyarakat, serta meningkatkan pelayanan publik di kawasan yang menjadi bagian dari Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sepakat mendorong penguatan ekonomi daerah, pengelolaan keuangan, serta pengembangan layanan rumah sakit dan perusahaan daerah.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengatakan Tapanuli Utara memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, terutama dari sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, konstruksi, hingga pariwisata.
“Ekonomi Tapanuli Utara ditopang sektor-sektor produktif seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan yang berkontribusi sekitar 45 persen, disusul perdagangan dan konstruksi,” ujar Nixon di Tapanuli Utara, Minggu (10/5/2026).
Data BPS
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Tapanuli Utara mencapai 4,58 persen pada 2025, setelah sebelumnya tumbuh 4,77 persen pada 2024.
BTN menilai posisi Tapanuli Utara yang berada dalam kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat serta kebutuhan layanan keuangan yang lebih luas.
Selain mendukung pengelolaan keuangan daerah, kerja sama ini juga diarahkan untuk memperkuat transaksi layanan publik, optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), hingga pembiayaan sektor UMKM dan infrastruktur.
“BTN berupaya mendukung ekosistem ekonomi daerah, tidak hanya melalui pembiayaan perumahan, tetapi juga layanan keuangan yang lebih luas untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.
Penguatan Layanan Keuangan
Dalam kolaborasi tersebut, dukungan juga diberikan untuk penguatan sistem layanan keuangan di RSUD Tarutung agar lebih efisien, serta pengembangan operasional Perumda Mual Na Tio guna meningkatkan layanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, menyebut kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Sinergi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk peningkatan layanan dasar seperti kesehatan,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga berharap kerja sama dengan BTN dapat meningkatkan efektivitas tata kelola keuangan daerah sekaligus memperkuat daya saing wilayah dan kesejahteraan masyarakat.










