Bentrok Dua Desa di Flores Timur, 12 Rumah Terbakar dan 6 Warga Tertembak
FLORES TIMUR - Bentrok antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak kembali terjadi pada Sabtu malam, 9 Mei 2026. Hingga Minggu (10/5/2026) siang, sebanyak 12 rumah dilaporkan ludes terbakar dan enam warga terkena peluru hingga dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Larantuka.
Bentrok dipicu persoalan saling klaim kepemilikan tanah adat yang hingga kini belum rampung meski sudah dimediasi Pemerintah Daerah Flores Timur pada Kamis 26 Februari 2026 di Kantor Bupati Flores Timur.
Pasca konflik pertama yang terjadi pada Jumat 6 Maret 2026, mediasi terhadap kedua desa kembali dilakukan secara terpisah. Konflik sebelumnya menyebabkan lima orang mengalami luka tembak serius dan enam rumah rusak serta terbakar.
Namun selang sebulan kemudian, konflik kembali pecah. Sebanyak 12 rumah terbakar dan enam warga dilarikan ke RSUD Larantuka akibat terkena tembakan peluru rakitan.
Disaksikan Prabowo, Satgas PKH Serahkan Rp11,4 Triliun Hasil Denda dan Penguasaan Kawasan Hutan
Polres Flores Timur terus melakukan langkah pengamanan, pendekatan persuasif, serta koordinasi dengan seluruh unsur terkait guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. TNI dan Polri hingga kini juga masih melakukan pengamanan serta komunikasi intensif dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat di wilayah terdampak.
Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Dusun Bele, Desa Waiburak maupun Desa Narasaosina, untuk tetap menjaga persaudaraan, mengedepankan penyelesaian secara adat, musyawarah, dan hukum yang berlaku. Jangan mudah terpancing provokasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial, karena keamanan dan kedamaian adalah tanggung jawab kita bersama," ujarnya.
Saat ini, warga dari kedua desa masih berjaga di kampung masing-masing dengan menggunakan senjata rakitan, bom molotov, parang, dan tombak. Hingga Minggu siang, ratusan aparat masih berjaga di lokasi perbatasan dua desa untuk mencegah terjadinya bentrok susulan. Sebanyak 60 anggota Brimob juga telah tiba di lokasi bentrokan.










