Menlu Sugiono Ungkap KTT ASEAN Sepakati Kerja Sama Energi dan Pangan

Menlu Sugiono Ungkap KTT ASEAN Sepakati Kerja Sama Energi dan Pangan

Terkini | okezone | Minggu, 10 Mei 2026 - 03:09
share

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono mengatakan, Presiden Prabowo Subianto dan pemimpin negara ASEAN menyepakati kerja sama regional di sektor energi dan pangan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 di Cebu, Filipina. Langkah ini guna memperkuat ketahanan kawasan ASEAN.

Hasil konkret kerja sama itu di antaranya ASEAN Petroleum Security Agreement serta APTERR (ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve). Ia menambahkan kerja sama ini juga sebagai respons konflik geopolitik di Timur Tengah yang cepat atau lambat dinilai akan berdampak ke negara-negara ASEAN.

"Karena kita sadari bersama sesuatu ataupun perang yang terjadi di sebuah kawasan yang jauh dari kita dengan cepat akan langsung berimbas pada perikehidupan masyarakat di kawasan kita. Inilah yang dirasakan seluruh negara-negara ASEAN," ujar Sugiono dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, kerja sama ini merupakan kesadaran dari masing-masing negara di kawasan Asia Tenggara dalam menghadapi ketidakpastian global. Prabowo dan para pemimpin negara ASEAN mempunyai semangat agar wilayah Asia Tenggara bisa bertahan dan beradaptasi atas ketidakpastian itu.

"Ada satu kesadaran bersama yang tumbuh bahwa dengan situasi yang terjadi saat ini perlu suatu inisiatif bersama untuk menjadikan ASEAN ini sebagai suatu wilayah yang resilient, khususnya di bidang energi dan pangan," ungkapnya.

Menurut Sugiono, agenda kerja sama itu juga sejalan dengan prioritas pemerintahan yang dipimpin Prabowo. Sugiono menegaskan, Prabowo menempatkan ketahanan pangan dan ketahanan energi sebagai fondasi penting bagi kedaulatan dan ketahanan nasional. 

"Saya kira ini juga sesuatu yang sudah menjadi sejak awal program dari pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo, dimana ketahanan energi dan ketahanan pangan merupakan hal yang paling mendasar yang harus dipenuhi oleh sebuah negara, yang harus dipenuhi oleh negara kita," tuturnya. 

Topik Menarik