Ini Penyebab Drone Murah Hizbullah Sulit Dicegat Senjata Canggih Israel

Ini Penyebab Drone Murah Hizbullah Sulit Dicegat Senjata Canggih Israel

Terkini | inews | Minggu, 10 Mei 2026 - 03:01
share

BEIRUT, iNews.id - Drone murah milik Hizbullah kini menjadi ancaman serius bagi militer Israel. Senjata berbasis serat optik ini disebut-sebut sebagai mimpi buruk di medan perang karena sulit dideteksi dan hampir mustahil dicegat, justru dengan sistem pertahanan modern saat ini.

Dalam konflik di Lebanon selatan, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengakui telah kehilangan dua tentara dan satu kontraktor sipil dalam waktu kurang dari 2 pekan akibat serangan drone tersebut. Jumlah korban luka juga dilaporkan jauh lebih banyak, menandakan efektivitas tinggi dari teknologi sederhana namun mematikan ini.

Salah satu penyebab utama drone Hizbullah sulit dicegat adalah cara pengoperasiannya. Berbeda dengan drone konvensional yang mengandalkan sinyal GPS atau radio, drone ini dikendalikan melalui kabel serat optik yang terhubung langsung ke operator di darat. Dengan sistem ini, drone tidak memancarkan sinyal elektronik yang bisa dideteksi atau dijamming.

Menurut analis keamanan dari Institut Studi Keamanan Nasional Israel, metode ini membuat perangkat intelijen elektronik Israel tidak mampu melacak maupun mengganggu operasional drone tersebut. Tanpa jejak sinyal radio, sistem peperangan elektronik praktis tidak berguna.

Selain itu, drone dikendalikan secara FPV (first-person view), di mana operator menggunakan layar atau kacamata realitas virtual. Teknologi ini memungkinkan pengendalian yang presisi dengan pelatihan minimal, sekaligus meningkatkan akurasi serangan terhadap target.

Faktor biaya juga menjadi keunggulan utama. Drone serat optik ini bisa dirakit hanya dengan biaya ratusan hingga beberapa ribu dolar AS, jauh lebih murah dibandingkan sistem pertahanan udara canggih milik Israel. Ketimpangan ini menciptakan dilema strategis: menembak jatuh drone murah dengan rudal mahal menjadi tidak efisien secara ekonomi.

Para ahli menilai penggunaan drone ini merupakan bentuk nyata dari peperangan asimetris, di mana pihak dengan sumber daya terbatas mampu mengeksploitasi kelemahan teknologi lawan yang lebih maju.

Perubahan taktik Hizbullah dari roket ke drone juga menunjukkan adaptasi cepat di medan perang. Dalam beberapa hari terakhir, kelompok tersebut lebih mengandalkan drone untuk menimbulkan kerusakan signifikan, memaksa Israel menyesuaikan strategi pertahanannya.

Hizbullah memahami keunggulan militer Israel, namun secara aktif mencari celah untuk dieksploitasi. Drone murah berbasis serat optik ini menjadi salah satu jawaban mereka dalam menghadapi dominasi teknologi lawan.

Topik Menarik