Pentagon Rilis File UFO yang Lama Disembunyikan Pemerintah AS
JAKARTA - Pemerintahan Presiden AS, Donald Trump merilis sejumlah dokumen, video, dan materi intelijen terkait fenomena UFO atau Unidentified Aerial Phenomenon (UAP) yang sebelumnya dirahasiakan. Langkah ini kembali memicu perdebatan publik soal kemungkinan keberadaan makhluk luar angkasa.
Pentagon menyebut perilisan dokumen tersebut sebagai bagian dari upaya transparansi, untuk menjawab berbagai pertanyaan lama mengenai fenomena udara misterius dan dugaan kehidupan ekstraterestrial.
Gedung Putih menyatakan, file-file yang dibuka ke publik berisi video, foto, hingga dokumen sumber asli terkait UAP yang sebelumnya belum pernah dipublikasikan.
“Video, foto, dan dokumen sumber asli UAP terbaru dari seluruh pemerintahan Amerika Serikat, semuanya ada di satu tempat tanpa perlu izin,” demikian pernyataan Gedung Putih, seperti dilansir dari trtworld, Sabtu (9/5/2026).
Pemerintahan Trump mengklaim langkah ini menjadi bentuk transparansi maksimal kepada publik, berbeda dengan pemerintahan sebelumnya yang dinilai cenderung menutup atau mendiskreditkan isu UFO.
Dokumen yang telah dideklasifikasi kini tersedia melalui portal khusus pemerintah AS WAR.GOV/UFO. Pemerintah menyebut lebih banyak file akan dirilis secara bertahap.
Program tersebut dijalankan lewat inisiatif lintas lembaga bernama Presidential UAP Encounter Reporting and Unsealing System (PURSUE), yang melibatkan Gedung Putih, Kantor Direktur Intelijen Nasional, Departemen Energi, NASA, FBI, dan sejumlah lembaga keamanan nasional lainnya.
Percakapan Misterius Apollo 17
Salah satu dokumen yang menarik perhatian adalah transkrip komunikasi misi Apollo 17 Moon Landing. Dalam percakapan tersebut, operator misi sempat melaporkan adanya objek terang misterius yang melayang di luar angkasa.
“Sekarang kita melihat beberapa partikel atau fragmen yang sangat terang atau sesuatu yang melayang saat kita bermanuver,” kata seorang operator kepada pusat kendali misi dalam transkrip yang baru diungkap.
“Baik. Mengerti,” jawab pusat komando.
Meski demikian, pemerintah AS menegaskan sebagian besar materi tersebut baru ditinjau dari sisi keamanan dan belum sepenuhnya dianalisis secara ilmiah.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan file-file itu selama ini memicu spekulasi publik karena tertutup status rahasia negara.
“Sudah saatnya rakyat Amerika melihatnya sendiri. Ini menunjukkan komitmen pemerintahan Trump terhadap transparansi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard menyebut komunitas intelijen tengah melakukan peninjauan komprehensif terhadap seluruh dokumen terkait UAP.
Direktur FBI Kash Patel bahkan menyebut langkah ini sebagai momen bersejarah karena untuk pertama kalinya publik mendapat akses tanpa batas terhadap dokumen pemerintah mengenai fenomena anomali tak dikenal.
Di sisi lain, Administrator NASA Jared Isaacman menegaskan pendekatan ilmiah tetap menjadi prioritas dalam memahami fenomena tersebut.
“Kami akan mengikuti data sambil tetap jujur terhadap fakta-fakta yang sudah diketahui, maupun misteri yang belum terpecahkan,” ujarnya.
Perilisan dokumen UFO ini kembali menghidupkan minat global terhadap penampakan misterius, kesaksian informan, dan rekaman militer yang selama bertahun-tahun memicu teori konspirasi hingga perdebatan soal keamanan nasional.









