Menlu Ungkap Alasan Prabowo Bawa Maung Garuda ke KTT di Filipina
JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, mengungkapkan alasan Presiden Prabowo Subianto membawa mobil Maung Garuda ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina.
1. Simbol Kebanggaan
Menurutnya, mobil buatan dalam negeri itu menjadi simbol kebanggaan bahwa Indonesia mampu memproduksi kendaraan sendiri yang digunakan sebagai mobil kepresidenan.
“Saya kira ini satu bentuk kebanggaan bahwa kita telah mampu membuat suatu produksi mobil yang sejak pelantikan dipakai oleh Pak Presiden, kemudian beliau kemarin berpesan untuk bisa membawa itu ke sana,” kata Menlu kepada wartawan, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, respons yang didapat usai Prabowo membawa mobil Maung ke KTT ASEAN juga dinilai positif.
“Ini kebanggaan bangsalah bahwa kita bisa hadir dalam satu forum internasional dengan peralatan yang mendukung dan produksi bangsa kita sendiri khususnya ini mobil yang digunakan oleh Presiden,” ujarnya.
Gibran Minta Hakim Ad-Hoc Profesional Tangani Sidang Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Sebelumnya, Presiden RI, Prabowo Subianto tiba di Kota Cebu, Filipina untuk menghadiri KTT ke-48 ASEAN pada Kamis siang waktu setempat. Presiden Prabowo dijemput Maung MV3.
“Presiden Prabowo Subianto tiba di Kota Cebu, Filipina pada Kamis siang, 7 Mei 2026, dalam rangka menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di akun Instagram @sekretariat.kabinet, Kamis (7/5/2026).
Seskab Teddy menjelaskan, saat mendarat di Filipina, Presiden Prabowo dijemput dengan Maung MV3 buatan Indonesia. Selama di Filipina, kata Teddy, Presiden menggunakan mobil Maung tersebut.
“Untuk pertama kalinya, saat mendarat di luar negeri, Presiden Prabowo dijemput dengan mobil Maung, kendaraan kebanggaan bangsa Indonesia, hasil pengembangan industri pertahanan nasional,” ujar dia.
“Selama berada di Filipina, Bapak Presiden akan menggunakan kendaraan yang dikenal sebagai kendaraan taktis ringan yang tangguh ini,” sambung dia.
Teddy menjelaskan, Maung telah dikembangkan sejak Presiden Prabowo menjadi Menteri Pertahanan dan saat ini produksinya di Pindad telah mencapai lebih dari 3.200 unit. Maung telah digunakan dalam berbagai operasi dan kebutuhan dalam negeri.
Teddy menegaskan, penggunaan Maung di forum internasional merupakan simbol kemandirian, kepercayaan diri bangsa hingga kemajuan industri nasional Indonesia.










