PPIH Daker Makkah Siaga 24 Jam Sambut Kedatangan Jemaah Haji Gelombang II
MAKKAH – Operasional penyelenggaraan haji 2026 memasuki fase krusial dengan dimulainya kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdulaziz, Jeddah. Kloter SOC 44 asal Solo dijadwalkan menjadi rombongan perdana yang mengawali pergerakan masif ini pada Kamis (7/5/2026).
Kepala Daker Makkah, Ihsan Faisal, memastikan seluruh instrumen pelayanan di sektor-sektor pemondokan telah siaga penuh selama 24 jam. Hal ini dikarenakan jadwal kedatangan gelombang kedua yang bersifat dinamis tanpa mengikuti pola estimasi waktu seperti pada gelombang pertama.
Sebanyak 15 kloter akan langsung diterima petugas pada hari pertama dimulainya gelombang kedua ini. Jemaah dipastikan berangkat dari Tanah Air dalam kondisi sudah mengenakan kain ihram guna mempercepat proses mobilisasi setibanya di Jeddah.
"Insya Allah kita akan menerima kloter pertama dari gelombang kedua ini, yaitu dari kloter SOC 44 dari Solo," jelas Ihsan Faisal saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) 2026 di Makkah.
Ihsan menjelaskan bahwa sesuai jadwal, rombongan SOC 44 diperkirakan akan menapakkan kaki di Kota Suci Makkah pada pukul 09.55 waktu setempat. Setibanya di hotel, jemaah tidak akan langsung diarahkan ke Masjidil Haram, melainkan diwajibkan untuk beristirahat guna memulihkan stamina.
Kebijakan ini diambil mengingat jemaah telah menempuh perjalanan udara selama 9 jam dan perjalanan darat dari Jeddah selama hampir 3 jam. Pemulihan fisik menjadi prioritas utama bagi jemaah gelombang kedua agar tetap bugar saat melaksanakan umrah wajib di tengah cuaca Makkah yang terik.
"SOP-nya hampir sama, para jemaah setelah check-in di hotelnya masing-masing, kita berikan waktu untuk istirahat guna menjaga kebugaran," tegas Ihsan Faisal.
Layanan fast track atau jalur cepat keimigrasian juga dipastikan tetap berlaku bagi jemaah yang berangkat dari empat embarkasi utama. Embarkasi tersebut meliputi Jakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar, baik pada penerbangan gelombang pertama maupun kedua.
Hingga saat ini, Daker Makkah terus memantau pergeseran jemaah gelombang pertama yang masih berada di Madinah secara bertahap. Sebanyak 42.000 jemaah dari 110 kloter dilaporkan telah berada di Makkah dan dalam kondisi kesehatan yang terpantau baik.
Seluruh kekuatan petugas dari Daker Madinah dan Bandara juga mulai digeser ke Makkah untuk memperkuat titik-titik kepadatan. Sinergi ini diharapkan mampu meminimalisir kendala pelayanan seiring semakin dekatnya waktu puncak ibadah haji di Armuzna.










