Ini Tantangan Integrasi EBT pada Sistem Kelistrikan Jawa-Madura-Bali

Ini Tantangan Integrasi EBT pada Sistem Kelistrikan Jawa-Madura-Bali

Ekonomi | okezone | Selasa, 5 Mei 2026 - 20:38
share

JAKARTA - Roadmap green energy nasional menempatkan pengembangan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan termasuk surya dan angin sebagai prioritas strategis. 

Namun karakteristik intermiten Energi Baru Terbarukan (EBT) menghadirkan kompleksitas baru bagi manajemen sistem kelistrikan. Dinamika frekuensi yang berubah-ubah serta potensi penurunan inersia sistem menjadi perhatian utama operator jaringan.

“Kompleksitas beban di sistem Jamali kian meningkat seiring masuknya variabel Energi Baru dan Terbarukan. Sistem harus siap menghadapi variabilitas dan stabilitas kelistrikan,” ujar Senior Manager Operasi Sistem PLN Unit Induk Pembangunan Pembangkit dan Jaringan (UIP2B) Jamali, Elvanto Yanuar Ikhsan dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Untuk memastikan transisi energi berjalan tanpa mengorbankan kualitas pasokan, PLN menyiapkan tiga pilar teknologi utama: implementasi smart grid, digitalisasi sistem proteksi, serta pengembangan Battery Energy Storage System (BESS). Teknologi-teknologi ini memungkinkan penyerapan daya EBT yang lebih fleksibel sekaligus menjaga stabilitas tegangan secara real-time.

Sistem Jawa-Madura-Bali (Jamali) saat ini mencatat bauran energi dengan pembangkit batubara (60,2), gas (30,5), EBT (8,4), dan lainnya (0,9) sebuah potret awal yang terus didorong untuk bergeser ke porsi EBT yang lebih besar. 

 

Dibandingkan Thailand yang mencapai EBT 22,3 dan Malaysia sebesar 7, Indonesia memiliki ruang akselerasi yang signifikan sekaligus tantangan teknis yang tidak kecil.

Sekadar informasi, program PLN Mengajar merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam membangun ekosistem SDM yang siap mengawal transisi energi. Mahasiswa Teknik Elektro UI diharapkan menjadi generasi insinyur yang tidak hanya memahami aspek teknis EBT, tetapi juga mampu berkontribusi dalam riset dan inovasi untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Melalui kolaborasi antara industri dan akademisi, PLN UIP2B Jamali menegaskan bahwa percepatan roadmap green energy bukan semata soal infrastruktur melainkan juga soal membangun kapasitas manusia yang mampu mengelola sistem energi masa depan secara andal dan berkelanjutan.

Topik Menarik