IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 0,41 Persen ke Level 7.101
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabung (IHSG) ditutup menguat 0,41 persen atau 28.84 poin ke level 7.101 perdagangan Rabu (29/4/2026).
Pergerakan grafik intraday menggambarkan dinamika yang cukup menarik. Indeks membuka sesi dengan kuat dan sempat melonjak ke puncak harian di 7.126,06 pada kisaran pukul 09.00 hingga 10.00. Namun setelah itu terjadi tekanan jual yang mendorong indeks turun cukup dalam hingga menyentuh titik terendah di 7.063,99 sekitar pukul 11.00 WIB.
Sepanjang sesi siang hingga sore, indeks bergerak sideways dalam rentang sempit sebelum akhirnya kembali merangkak naik menjelang penutupan dan berakhir di sekitar 7.100. Pola seperti ini mencerminkan adanya profit taking di awal sesi namun diimbangi oleh akumulasi bertahap di sesi selanjutnya.
Aktivitas perdagangan di akhir hari jauh lebih ramai dibandingkan data pagi. Volume transaksi mencapai 40,98 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp16,99 triliun, dan frekuensi mencapai 2,413 juta kali.
Kapitalisasi pasar tumbuh ke Rp 12.638 triliun. Dari sisi breadth, 399 saham naik, 297 saham turun, dan 263 saham tidak berubah.
Adapun saham yang menguat pada sore hari ini yaitu, INOV milik Inocycle Technology Group Tbk tampil sebagai yang paling fenomenal dengan lonjakan 34,68 persen ke harga 167. Tepat di bawahnya, TOOL dari Rohartindo Nusantara Luas Tbk juga mencatat kenaikan yang nyaris sama besarnya, yakni 34,29 persen ke harga 94.
KONI dari Perdana Bangun Pusaka Tbk melanjutkan rally-nya dari sesi pagi, di penutupan harganya telah naik lagi ke 2.960 dengan kenaikan kumulatif 24,89 persen.
Begitu pula BAPA dari Bekasi Asri Pemula Tbk yang juga masih bertahan di deretan top gainers dengan kenaikan 19,60 persen ke harga 238,. ICON dari Island Concepts Indonesia Tbk naik 19,05 persen ke level 125.
Sementara dari sisi top gainers, DEFI dari Danasupra Erapacific Tbk menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 14,87 persen ke harga 166. LMPI dari Langgeng Makmur Industri Tbk kembali masuk daftar losers dengan koreksi 14,85 persen ke harga 172.
KJEN dari Krida Jaringan Nusantara Tbk juga mengalami nasib serupa, turun 14,63 persen ke 140. Insight Investments Management masih bertahan di daftar merah dengan penurunan 12,71 persen. Sementara PPRE dari PP Presisi Tbk menjadi pendatang baru di daftar losers dengan koreksi 11,32 persen ke harga 141.
Kondisi sektoral di penutupan sesi menunjukkan pergeseran yang cukup signifikan dibandingkan pagi hari. Jika di pagi hari Teknologi menjadi pemimpin dengan kenaikan 2,06 persen, maka di penutupan sore ini justru sektor Perindustrian yang tampil paling dominan dengan penguatan 2,41 persen, atau menjadi sektor terkuat hari ini.
Infrastruktur menyusul dengan kenaikan yang juga impresif sebesar 1,48 persen atau 30,29 poin, sementara Keuangan menguat 1,04 persen. Sektor Primer naik 1,45 persen, Non-Primer menguat 0,84 persen, Teknologi naik 0,82 persen, Energi naik 0,45 persen, Properti naik 0,39 persen, dan Transportasi menguat 0,31 persen. Hampir seluruh sektor berhasil menutup hari dalam zona hijau, yang menjadi sinyal positif tentang kondisi pasar secara menyeluruh.
Hanya dua sektor yang masih berada di zona merah hingga penutupan, yakni Barang Baku yang terkoreksi cukup dalam sebesar 1,08 persen atau 24,18 poin, dan Kesehatan yang turun sangat tipis 0,09 persen atau 1,57 poin.










