Kebut Hilirisasi, Prabowo: Sudah Terlalu Lama Petani, Nelayan hingga Buruh Tak Sejahtera

Kebut Hilirisasi, Prabowo: Sudah Terlalu Lama Petani, Nelayan hingga Buruh Tak Sejahtera

Ekonomi | okezone | Rabu, 29 April 2026 - 15:48
share

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyoroti nasib para nelayan, petani, hingga buruh Indonesia yang selama ini hidup diabawah garis kesejahteraan. 

Presiden mengatakan, kondisi tersebut terjadi karena selama ini Indonesia belum memiliki fasilitas produksi untuk produk-produk hulu atau barang jadi. Sehingga para petani, dan nelayan hanya menjual barang mentah atau produk hilirnya saja. 

"Sudah terlalu lama petani-petani Indonesia, nelayan-nelayan Indonesia, buruh-buruh Indonesia tidak menikmati kesejahteraan yang layak, sudah terlalu lama," ujarnya dalam acara Groundbreaking Proyek Hilirisasi di Cilacap, Rabu (29/4/2026).

Presiden menegaskan, kedepan Pemerintah berkomitmen untuk mengurangi sampai dengan menghentikan untuk berjualan produk-produk mentah. Hasil olahan petani dan nelayan, akan diupayakan diproduksi dalam negeri terlebih dahulu agar punya nilai tambah lebih. 

"Kita tidak mau sekedar jual bahan baku, kita tidak mau hanya Menjual buah kelapa kita mau olah turunan-turunan nya di Indonesia supaya nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia," lanjutnya. 

Menurut Presdien, kurang sejahteranya nelayan, petani, hingga buruh di Indonesia karena banyak sumber daya alam yang justru dikuasai oleh orang-orang patut dipertanyakan keberpihakannya terhadap Negara. 

 

"Kita kasih konsesi tambang, kita kasih konsesi perkebunan, kita kasih lagi kredit dari Bank pemerintah, bank milik rakyat tapi mereka begitu berhasil, hasil usahanya tidak ditempatkan di Indonesia. Saya kira bangsa Indonesia tidak mau hal ini diteruskan," katanya. 

Oleh sebab itu, Presiden menargetkan sepanjang tahun 2026 ini proyek hilirisasi akan dibangun di 40 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Kehadiran proyek ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah perekonomian dan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani, nelayan, hingga buruh lokal. 

Presiden Prabowo menjelaskan, langkah ini sebagai bagian dari strategi besar pemerintah dalam mendorong industrialisasi berbasis sumber daya alam dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

"Saat ini sudah ada sekitar 2026 titik ya, kita mungkin tambah lagi di beberapa titik. Tahun ini mungkin kita (bangun) 30-40 proyek besar (hilirisasi)," kata Presiden.

Topik Menarik