LRT hingga Whoosh Jadi Pilihan Transportasi Imbas Tabrakan KRL dengan KA Argo Bromo
JAKARTA – Jumlah penumpang Whoosh dan LRT mengalami peningkatan pascainsiden kecelakaan maut yang melibatkan KRL dengan KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek pada Senin malam.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan okupansi pada hari ini mengalami peningkatan sekitar 10 persen dibandingkan Selasa pekan sebelumnya. Realisasi jumlah penumpang Whoosh hingga siang hari berada di kisaran 370–400 penumpang.
Eva mengatakan jumlah tersebut setara dengan okupansi harian sekitar 65 persen, atau meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode keberangkatan pada pekan sebelumnya.
“Nah, kalau kita bandingkan dengan Selasa minggu lalu, memang untuk hari ini kita melihat okupansi per KA itu sekitar 65 persen. Biasanya itu hanya di kisaran 45–50 persen,” ujarnya saat ditemui di Stasiun Halim, Selasa (28/4/2026).
Sementara itu, untuk operasional LRT Jabodebek, berdasarkan data hingga pukul 16.30 WIB, sebanyak 9.023 pengguna berangkat dari Stasiun Jatimulya pada Selasa (28/4/2026). Jumlah tersebut meningkat 45 persen dibandingkan Senin (27/4/2026) yang tercatat sebanyak 6.224 pengguna.
Stasiun Jatimulya berjarak sekitar 2,7 kilometer dari Stasiun Bekasi Timur dan dapat ditempuh sekitar 10 menit menggunakan kendaraan roda dua. Keberadaan stasiun ini menjadi salah satu alternatif perjalanan bagi masyarakat di kawasan Bekasi menuju Jakarta.
Manager of Public Relations LRT Jabodebek Radhitya Mardika menyampaikan bahwa LRT Jabodebek berupaya tetap memberikan pelayanan yang selamat, aman, dan nyaman bagi masyarakat yang membutuhkan alternatif perjalanan dalam mobilitas sehari-hari.
“LRT Jabodebek terus melayani perjalanan masyarakat dari kawasan Bekasi menuju Jakarta, dan berharap proses pemulihan operasional perjalanan kereta di wilayah Bekasi dapat segera berjalan lancar sehingga mobilitas masyarakat kembali normal,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Dari sisi tarif, LRT Jabodebek menetapkan tarif maksimal Rp20.000 pada jam sibuk (peak hour), yaitu pukul 06.00–08.59 WIB dan 16.00–19.59 WIB. Sementara di luar jam tersebut, tarif maksimal sebesar Rp10.000.
LRT Jabodebek mengimbau seluruh pengguna untuk tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan selama menggunakan layanan, termasuk tidak memaksa masuk saat pintu kereta telah tertutup serta memberikan prioritas kepada pengguna seperti lansia, ibu hamil atau menyusui, serta penyandang disabilitas.










