Menkes Budi Gunadi Ungkap Bahaya Sihir Pemanis Buatan, Waspada Minuman Low Sugar!

Menkes Budi Gunadi Ungkap Bahaya Sihir Pemanis Buatan, Waspada Minuman Low Sugar!

Gaya Hidup | okezone | Senin, 27 April 2026 - 19:05
share

MENTERI Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, kembali membagikan edukasi kesehatan lewat konten di Instagram dalam serial Budi Gemar Sharing #BGS. Kali ini, Budi membahas soal penggunaan pemanis buatan dalam minuman yang sering dilabeli low sugar.

Dalam video tersebut, Budi menjelaskan bahwa rasa manis pada minuman tidak selalu berasal dari gula alami. Rasa manis itu bisa berasal dari pemanis buatan seperti Aspartam, Sukralos, hingga Sakarin.

1. Pemanis Buatan

Menurut Menkes Budi Sadikin, bahan-bahan ini memiliki tingkat kemanisan yang jauh lebih tinggi dibanding gula biasa. Bahkan, rasa manisnya bisa 200 hingga 600 kali lipat dibanding gula.

“Sejumput kecil saja bisa memberikan rasa manis 200 sampai 600 kali lipat lebih manis daripada gula,” ujar Budi.

Budi pun menekankan bahwa efek penggunaan pemanis buatan ini tidak sesederhana itu. Meski lidah merasakan manis, tubuh tidak benar-benar menerima asupan gula seperti yang diharapkan otak.

Menkes Budi juga mengatakan, ketika lidah merasakan manis, maka otak bersiap menerima gula. Ketika gula tidak masuk (karena diganti pemanis buatan), rasa lapar akan muncul terus-menerus. Inilah yang disebut Budi bahwa pemanis buatan bisa mengecoh tubuh atau melakukan "sihir".

“Lidah merasa manis, jadi otak siap-siap menerima gula. Tapi ternyata gulanya enggak masuk. Itu bisa bikin rasa lapar muncul terus,” jelasnya.

 

2. Lebih Kritis

Budi juga mengingatkan masyarakat untuk lebih kritis terhadap produk minuman berlabel rendah gula, terutama jika tetap terasa manis. Menurutnya, hal tersebut bisa jadi berasal dari penggunaan pemanis buatan, sehingga bukan berarti minuman tersebut sepenuhnya lebih sehat.

“Kalau ada minuman kadar gulanya rendah tapi pakai pemanis buatan, itu bisa mengecoh tubuh,” tegasnya.

Untuk itu, masyarakat kembali diingatkan agar lebih sadar dalam memilih konsulsi harian. Mereka diminta untuk tidak hanya melihat label pada kemasan makanan, namun juga memperhatikan kandungan di dalamnya.

Topik Menarik