Kulit Bentol-Bentol Dibarengi Sesak Napas? Waspadai Syok Anafilaktik

Kulit Bentol-Bentol Dibarengi Sesak Napas? Waspadai Syok Anafilaktik

Gaya Hidup | okezone | Rabu, 15 April 2026 - 08:44
share

JAKARTA - Muncul bentol-bentol merah di kulit disertai rasa gatal yang hebat memang bikin panik. Biasanya, kita menganggap hal tersebut sebagai biduran biasa.

Namun, kondisi ini bisa saja menjadi tanda bahaya dari tubuh, apalagi jika dibarengi sesak napas. Bisa jadi kamu sedang mengalami syok anafilaktik.

Influencer sekaligus pakar kesehatan, Tirta Mandira Hudhi, dalam unggahan video di akun Instagram-nya mengatakan bahwa kondisi ini bisa terjadi saat sistem imun tubuh tidak mengenali zat tertentu sebagai alergen.

“Ini jawabannya fakta, bisa disebut syok anafilaktik. Di manusia itu ada protein-protein yang dikenali oleh tubuh. Protein itu tidak hanya dari makanan, tapi juga komponen lain. Jadi, setiap sel itu punya ‘ID card’,” kata dr. Tirta.

Akhirnya, karena zat tersebut tidak dikenali sebagai alergen, sistem imun justru menyerang tubuh sendiri hingga menyebabkan reaksi sistemik berupa bentol-bentol.

“Lain cerita kalau tubuh kita tidak punya ‘database’ barcode tersebut. Contoh, misalkan dia alergi kepiting, tapi tidak punya ‘barcode’-nya, lalu dia makan daging kepiting dalam jumlah banyak. Karena tidak punya ‘barcode’-nya, ‘tentara’ tubuh menganggap ini sebagai benda asing, lalu diseranglah tubuh kita,” jelasnya.

Ia menuturkan, akibat yang dirasakan tubuh bisa berupa bentol-bentol dan, dalam kondisi paling parah, gagal napas serta penurunan tekanan darah.

“Bentol-bentol seluruh tubuh, gatal-gatal. Sampai akhirnya, yang paling parah adalah reaksi gagal napas dan penurunan tekanan darah yang sangat masif,” tuturnya.

Kondisi ini merupakan salah satu keadaan gawat darurat yang sering ditangani di IGD. Beberapa pemicu yang bisa menyebabkan kondisi tersebut antara lain sengatan serangga dan konsumsi obat-obatan tertentu.

“Rata-rata sengatan tawon. Kedua, obat. Ada beberapa orang di dunia ini yang tidak bisa mentoleransi obat tertentu. Contohnya alergi terhadap aspirin atau ibuprofen,” pungkasnya.

Topik Menarik