Kacau! IGRS Bocorkan Spoiler Game 007: First Light dan Castlevania yang Belum Dirilis

Kacau! IGRS Bocorkan Spoiler Game 007: First Light dan Castlevania yang Belum Dirilis

Teknologi | okezone | Selasa, 14 April 2026 - 13:44
share

JAKARTA - Badan Rating Game Indonesia tidak sengaja membocorkan spoiler penting beberapa game yang belum dirilis, termasuk 007: First Light besutan IO Interactive. Kebocoran ini terjadi setelah ditemukannya celah keamanan pada sistem rating IGRS yang membuat rekaman gameplay banyak game yang belum dirilis, yang dikirimkan untuk tujuan klasifikasi, terekspos.

Dilansir VGC, lebih dari satu jam cuplikan penuh spoiler dari 007: First Light, termasuk ending dari game tersebut, telah beredar secara online akibat kebocoran ini. Cuplikan lain yang juga beredar di antaranya gameplay yang belum dirilis dari Echoes of Aincrad milik Bandai Namco, termasuk adegan-adegan yang tampaknya menunjukkan momen penting dalam cerita.

Selain itu, ada juga bocoran dari Assassin's Creed: Black Flag milik Ubisoft dan Castlevania: Belmont's Curse dari Konami yang termasuk dalam kebocoran, meski sejauh ini belum beredar secara online.

Menurut laporan, kebocoran IGRS juga mengungkap ribuan alamat email milik pengembang game.

Kejadian ini menjadi kekecewaan besar bagi IO Interactive khususnya, yang tentu merasa dirugikan karena bocoran cerita untuk game Bond besar mereka kini tersebar luas, lebih dari enam minggu sebelum tanggal rilis pada 27 Mei.

 

Game tersebut – yang digambarkan sebagai kisah asal-usul – akan dibintangi oleh Patrick Gibson sebagai Bond muda berusia 26 tahun, yang belum berpengalaman, saat ia menjalankan misi MI6 yang akan memberinya status 00 jika berhasil.

Pengembang game biasanya mengirimkan konten ke badan klasifikasi global yang mereka anggap relevan dengan proses pengambilan keputusan dalam memberi peringkat game, seperti adegan yang menampilkan kata-kata kasar, perjudian, ketelanjangan, atau kekerasan.

IGRS adalah sistem klasifikasi usia game nasional resmi yang dikelola pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). IGRS diinisiasi sejak 2016 dan secara resmi diluncurkan pada 12 Oktober 2025 dalam ajang Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) di Bali, sebagai sistem klasifikasi game nasional pertama di Asia Tenggara.

 

Namun, penerapannya dalam beberapa pekan terakhir telah memicu kontroversi dan kekecewaan besar, terutama bagi gamer di Indonesia. Sebelum kebocoran ini, IGRS telah dikritik karena rating yang ditampilkan di Steam tidak sesuai dengan game yang ditampilkan.

Komdigi menjelaskan bahwa sebagian besar rating IGRS di Steam saat ini masih berbasis self-assessment Steam, bukan hasil verifikasi resmi pemerintah. Artinya, label tersebut belum sepenuhnya merepresentasikan rating resmi Komdigi.
 

Topik Menarik