Survei Indikator Ungkap Deretan Program Pemerintah Sukses Kawal Mudik 2026

Survei Indikator Ungkap Deretan Program Pemerintah Sukses Kawal Mudik 2026

Nasional | okezone | Selasa, 7 April 2026 - 21:57
share

JAKARTA – Berbagai program strategis pemerintah berjalan efektif saat penyelenggaraan mudik Lebaran 2026. Sebab, dianggap mampu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi puluhan juta pemudik, sehingga mencerminkan tingginya kepuasan masyarakat.

Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia melalui tatap muka yang dilakukan pada 29 Maret hingga 4 April 2026 dengan 1.200 responden dan tingkat kepercayaan 95 persen, ditemukan publik memberikan apresiasi tinggi terhadap sejumlah program pemerintah dan memiliki tingkat kesadaran (awareness) yang signifikan.

Menurut Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Hendro Prasetyo, keberhasilan mudik kali ini tak lepas dari kebijakan pemerintah yang tepat sasaran. Program yang paling dikenal dan dirasakan dampaknya adalah bantuan logistik dan transportasi.

Data survei menunjukkan 59 masyarakat mengetahui Program Bantuan Pangan berupa beras 10 kg dan 2 liter minyak goreng. Selain itu, program Mudik Gratis juga memiliki tingkat kesadaran yang tinggi, yaitu 55. 

"Mudik Gratis menjadi program yang paling membantu di mata pemudik. Keterlibatan berbagai instansi secara masif berhasil mengurangi beban biaya transportasi sekaligus menekan risiko di jalan raya," ujar Hendro saat memaparkan hasil survei bertajuk Evaluasi Publik Terhadap Penyelenggaraan Mudik Lebaran 2026 secara virtual, Selasa (7/4/2026).

Keberhasilan mudik kali ini juga didukung langkah pemerintah menjaga stabilitas harga energi. Hampir setengah responden atau 49 mengetahui dan merasakan manfaat dari jaminan pemerintah agar harga BBM tidak mengalami kenaikan.

Berbagai insentif tarif turut memperlancar arus mudik dan balik. Program Diskon Tarif Angkutan (darat, laut, dan udara) diketahui oleh 38 responden, sementara Diskon Tarif Jalan Tol menjangkau 34 publik. Selain itu, peningkatan Anggaran THR juga diketahui oleh 35 masyarakat.

Bukan hanya masyarakat umum, pemerintah memberikan fleksibilitas bagi ASN melalui kebijakan Bekerja dari Mana Saja (WFA), yang diketahui 29 responden. Kebijakan ini secara tidak langsung membantu memecah kepadatan arus balik karena waktu kepulangan lebih fleksibel.

Hendro menegaskan, kombinasi program sosial, insentif ekonomi, dan kesiapan infrastruktur berhasil menciptakan ekosistem mudik yang positif.

"Data menunjukkan bahwa kehadiran negara dalam mengelola tradisi tahunan ini berjalan dengan sangat baik. Banyaknya program yang 'sampai' ke telinga dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah bukti nyata kesuksesan arus mudik dan balik tahun 2026. Hal ini yang membuat tingkat kepuasan masyarakat berada pada level yang sangat tinggi," katanya.

Topik Menarik