5 Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-Sapu

5 Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-Sapu

Gaya Hidup | okezone | Rabu, 1 April 2026 - 14:00
share

JAKARTA - Persoalan menjamurnya ikan sapu-sapu menjadi perhatian netizen. Ikan yang kerap muncul di berbagai sungai di Jakarta itu ramai diburu hingga dibasmi lantaran makin mendominasi perairan hingga disebut hama.

Ikan sapu-sapu sering dianggap sebagai ikan “pembersih” di perairan, bahkan kerap dipelihara di akuarium. Namun, di balik reputasinya itu, ikan ini menyimpan berbagai fakta menarik yang belum banyak diketahui.

Di beberapa daerah, ikan ini bahkan sempat dikonsumsi karena jumlahnya melimpah. Namun, di balik itu, ada sejumlah risiko kesehatan yang perlu diperhatikan.

Bahaya Makan Ikan Sapu-Sapu

1. Paparan Logam Berat

Ikan sapu-sapu memiliki kemampuan menyerap logam berat dari lingkungan tempat hidupnya. Zat berbahaya seperti merkuri, timbal, dan kadmium dapat menumpuk dalam tubuh ikan.

Jika dikonsumsi, logam berat ini bisa menyebabkan gangguan sistem saraf, kerusakan ginjal, dan penurunan fungsi hati.

Menurut World Health Organization, paparan logam berat dalam makanan dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, terutama jika terjadi dalam jangka panjang.

2. Risiko Keracunan dari Limbah

Karena hidup di perairan yang sering tercemar, ikan sapu-sapu berpotensi mengandung berbagai zat beracun seperti limbah industri dan bahan kimia.

Dampaknya bagi tubuh antara lain keracunan makanan, mual dan muntah, hingga gangguan pencernaan. Zat-zat ini tidak selalu hilang meskipun ikan sudah dimasak dengan suhu tinggi.

3. Infeksi Bakteri dan Parasit

Lingkungan hidup ikan sapu-sapu yang kotor membuatnya rentan membawa bakteri dan parasit berbahaya. Jika tidak diolah dengan benar, konsumsi ikan ini bisa menyebabkan infeksi saluran pencernaan, diare, dan penyakit akibat bakteri seperti Salmonella. Risiko ini lebih tinggi jika ikan berasal dari sungai yang tercemar.

4. Penumpukan Racun dalam Tubuh (Bioakumulasi)

Salah satu bahaya terbesar adalah efek bioakumulasi, yaitu penumpukan zat berbahaya dalam tubuh manusia akibat konsumsi berulang.

Menurut Food and Agriculture Organization, kontaminan dalam ikan dapat terakumulasi dan meningkatkan risiko gangguan organ vital, masalah hormon, dan penyakit kronis. Efek ini biasanya tidak langsung terasa, tetapi muncul dalam jangka panjang.

5. Risiko Karsinogenik (Pemicu Kanker)

Beberapa zat beracun yang mungkin terkandung dalam ikan sapu-sapu bersifat karsinogenik, atau dapat memicu kanker.

Paparan jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker hati, kanker ginjal, dan gangguan sel tubuh. Hal ini terutama terjadi jika ikan berasal dari perairan yang sangat tercemar limbah kimia.

Topik Menarik