Kisah Hikmah : Berdoa di Bulan Ramadan, Wanita Buta Bisa Melihat Lagi
Kisah hikmah ini tentang mustajabnya doa di bulan Ramadan. Siapa saja yang sungguh-sungguh berdoa dan memohon kepada Allah SWT, maka doanya akan dikabulkan di bulan istimewa tersebut.
Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Abid-Dunya, seorang ulama yang konsen dalam bidang hadis dan periwayatan dalam salah satu karyanya yang berjudul Mujabud Da’wah. Di dalam kitab itu dijelaskan, Syu’aib bin Muhriz menceritakan, bahwa pada masa Muhammad bin Sulaiman, seorang tokoh penting dalam Dinasti ‘Abbasiyyah, terdapat seorang wanita yang buta.
Suatu hari pada malam ke-24 bulan Ramadantiba-tiba saja matanya sembuh. Syu’aib bin Muhriz yang kaget mendengar kabar seorang yang buta dan tiba-tiba sembuh mencoba untuk mendatanginya untuk memastikan kebenaran kabar tersebut.
Secercah Harapan di Sukabumi: MNC Peduli Kembalikan Penglihatan Warga Lewat Operasi Katarak Gratis
Syu’aib pun mendatangi perempuan tersebut di rumah Musa al-Muhtasib di Bashrah. Ketika mengetahui ada yang mengunjunginya, perempuan tersebut meminta untuk duduk menunggu di depan rumah. Tatkala keluar rumah tersebut, Syu’aib melihat bahwa mata wanita tersebut normal layaknya tidak pernah terjadi kebutaan sebelumnya.Baca juga:Bolehkah Menjalankan Puasa Ramadan dengan Niat Diet? Simak Jangan Sampai Keliru Syu’aib pun bertanya kepadanya, “Wahai hamba Allah, doa apa yang engkau panjatkan kepada Tuhanmu?”
“Aku melaksanakan salat pada malam pertama bulan Ramadan di masjid Al-Hay. Kemudian di waktu sahur, aku pun melaksanakan salat di tempat salat di rumahku, aku berdoa:
يَا كَاشِفَ ضُرِّ أَيُّوبَ، يَا مَنْ رَحِمَ شَيْبَةَ يَعْقُوبَ، يَا مَنْ رَدَّ يُوسُفَ عَلَى يَعْقُوبَ، رُدَّ عَلَيَّ بَصَرِي
Yâ kâsyifad dhurri Ayyûba, yâ man rahima syaibata ya'qûba, yâ man radda yûsufa 'alâ ya'qûba, rudda 'alayya basharî.
Artinya, “Wahai Yang Menyingkap kesulitan Nabi Ayub, wahai Yang Maha Penyayang kepada Nabi Ya’qub yang telah beruban, wahai Yang mengembalikan Nabi Yusuf kepada Nabi Ya’qub, mohon kembalikanlah penglihatanku kepadaku.” “Seketika saja, setelah aku berdoa demikian seolah ada yang melepaskan sesuatu yang selama ini menutupi mataku, sehingga aku pun bisa melihat.” (Ibnu Abi Dunya, Mujabud Da’wah, [Beirut: Muassasah al-Kutub ats-Tsaqafiyyah, 1993], jilid I, hal. 79).
Hikmah Kisah
Dalam cerita di atas, tidak dapat dipastikan siapa nama wanita dalam kisah tersebut, akan tetapi ada beberapa hikmah yang dapat diambil dari kisah di atas. Di antara hikmah kisah di atas adalah hendaknya kita memaksimalkan Ramadan untuk beribadah kepada Allah, misalnya dengan mengisi malam-malam Ramadan dengan ibadah sunnah seperti salat tarawih, tahajud, witir dan zikir serta doa kepada Allah.Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda:
إِنَّ للصَائِم عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ
Artinya: “Sungguh ketika berbuka, orang yang berpuasa mempunyai doa yang tidak tertolak (baca:dikabulkan).” (HR Ibnu Majah)
Baca juga:Zikir Ini, Amalan Terbaik Wanita Haid untuk Berburu Pahala Ramadan










