Jadi Penopang Ekonomi, Ini Strategi Tingkatkan Produktivitas Petani Sawit di RI

Jadi Penopang Ekonomi, Ini Strategi Tingkatkan Produktivitas Petani Sawit di RI

Ekonomi | okezone | Rabu, 18 Maret 2026 - 15:52
share

JAKARTA - Tantangan yang dihadapi petani sawit di berbagai daerah tidak hanya berkaitan dengan fluktuasi harga komoditas, tetapi juga persoalan teknis di kebun. Mulai dari risiko bibit tidak berkualitas, pola pemupukan yang tidak tepat, hingga pengendalian hama dan penyakit, menjadi faktor yang mempengaruhi produktivitas kebun.

Selama ini, praktik budidaya sawit masih dijalankan berdasarkan kebiasaan turun-temurun. Tanpa pendampingan dan pengetahuan serta pemahaman teknis yang memadai, keputusan di lapangan sering kali diambil berdasarkan pengalaman semata, bukan perhitungan agronomis yang terukur.

Indra Ayu Riantika, petani plasma Koperasi Jati Sejahtera di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah sempat merasakan hal tersebut. Dia dan petani-petani lain mengaku dahulu pemupukan dilakukan ketika memungkinkan dan tanpa perhitungan dosis yang tepat, sementara proses panen lebih banyak mengikuti kebiasaan yang telah lama dijalankan. Perubahan mulai dirasakan ketika petani mengikuti pola kemitraan dan pendampingan yang lebih terstruktur.

“Melalui kemitraan plasma dengan PT Sukses Karya Mandiri (SKM), kami sebagai anggota koperasi benar-benar merasakan manfaatnya. Hasilnya sangat membantu perekonomian keluarga,” ujar Indra dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Dia menambahkan bahwa pengetahuan yang diperoleh dari pendampingan tersebut juga dapat diterapkan di kebun miliknya yang lain sehingga membantu meningkatkan hasil produksi.

Pengalaman serupa juga dirasakan Muslimin, petani Plasma Koperasi Belum Lukut di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Berkat pendampingan dari PT Anugerah Agung Prima Abadi (AAPA), dirinya kini berhasil memiliki produktivitas kebun sangat optimal, mencapai 24,51 ton TBS per hektar per tahun. 

“Dari yang sama sekali tidak tahu apa-apa tentang merawat sawit, kini dari kebun, saya menemukan harapan. Melalui ketekunan dan pendampingan yang berkelanjutan, kebun yang saya miliki telah menunjukkan hasil nyata untuk menopang kehidupan saya dan keluarga,” paparnya. 

 

Pendampingan kepada petani plasma tersebut merupakan bagian dari pola kemitraan yang dijalankan oleh Triputra Agro Persada sebagai sahabat petani dijalankan secara konsisten melalui sejumlah entitas anak perusahaan di berbagai wilayah operasionalnya.

Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga peningkatan kapasitas petani agar mampu mengelola kebun secara optimal sehingga kesejahteraan dapat bertumbuh.

Selain melalui kemitraan plasma, perusahaan juga mengembangkan program peningkatan kapasitas petani melalui Pelatihan Petani Berkualitas dan Sejahtera (Perkasa). Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman teknis kepada petani mengenai pengelolaan kebun yang baik, mulai dari pemilihan bibit, pemupukan yang tepat, hingga praktik panen yang optimal.

Sejak dimulai pada akhir 2024, Pelatihan Perkasa telah menjangkau petani mandiri di 69 desa pada 10 kabupaten di seluruh entitas anak Triputra Agro Persada yaitu Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.  Bagi para petani, perubahan yang dirasakan bukan hanya pada teknik bertani, tetapi juga meningkatnya rasa percaya diri dalam mengelola kebun kelapa sawit mereka lebih profesional. 

“Melalui Pelatihan Perkasa yang diadakan PT Brahma Binabakti, saya belajar banyak hal tentang cara merawat kebun, termasuk pemupukan yang tepat agar tanah tetap sehat dan pohon berbuah optimal, dan saya telah membuktikannya,” kata Maijan, Petani di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi

Pendekatan pendampingan dan edukasi yang keberlanjutan tersebut membuat perusahaan dikenal cukup dekat dengan para petani plasma di daerah operasionalnya. Bagi perusahaan, peningkatan kapasitas petani dipandang sebagai salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan sektor perkebunan.

Ketika petani semakin memahami cara mengelola kebun secara optimal, produktivitas dapat meningkat dan kesejahteraan keluarga petani pun ikut tumbuh. Dalam jangka panjang, penguatan kapasitas petani juga dinilai berperan penting dalam menjaga keberlanjutan industri perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Topik Menarik