Kisah Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama, dari Mini GP Pemberian Ayah hingga Gebrakan di Panggung Moto3 2026
PEMBALAP Indonesia, Veda Ega Pratama kini bukan lagi sekadar nama berbakat di kancah nasional, melainkan ancaman nyata di ajang balap Moto3 2026. Perjalanan Veda Ega untuk tampil di kelas Moto3 pun nyatanya tidaklah mudah, lantas bagaimana ceritanya?
Semuanya bermula dari darah balap yang mengalir dari sang ayah, mantan pembalap nasional kelas Super Sport 600, yang telah menempa Veda sejak usia 5 tahun. Berawal dari hadiah sebuah Mini GP, Veda kecil memulai debut balapnya di usia 6 tahun, sebuah langkah awal dari mimpi besar untuk menjadi pembalap MotoGP pertama asal Indonesia.
1. Awal Cerita
“Semuanya dimulai ketika saya berusia 6 tahun. Saya menyukai balap karena saya sering menonton ayah saya berlatih dan balapan. Ayah saya balapan di Super Sport 600 di Kejuaraan Nasional kami,” ungkap Veda, dikutip dari laman resmi Red Bull, Senin (16/3/2026).
“Seluruh keluarga saya mendukung karier saya, terutama ayah saya. Ayah saya memberi saya Mini GP ketika saya berusia 5 tahun, dan mulai memperkenalkan saya ke dunia balap. Saya memulai balapan pertama saya ketika berusia 6 tahun. Ayah saya adalah seorang pengusaha dan ibu saya mengurus keluarga kami dan mereka selalu memberikan dukungan yang baik dan menemani saya,” tambahnya.
“Idola saya adalah Casey Stoner dan saya ingin menjadi pembalap MotoGP Indonesia pertama dan menjadi juara dunia. Saya banyak belajar dari Asia Talent Cup 2023. Saya belajar untuk bersaing dengan pembalap lain, mendapatkan setelan dan posisi berkendara terbaik. Pada tahun 2024 saya ingin menjadi juara di Red Bull Rookies Cup. Sangat penting bagi saya ketika melihat orang lain bahagia dan bangga melihat saya menang dan membawa nama Indonesia ke level kejuaraan internasional,” lanjut Veda.
Perjalanan Veda mencapai titik ini penuh dengan catatan sejarah. Setelah mendominasi Asia Talent Cup 2023 sebagai juara pertama dari Indonesia, ia menembus Eropa melalui Red Bull Rookies Cup.
Puncaknya pada musim 2025, Veda mencatatkan diri sebagai pembalap Indonesia pertama yang memenangkan balapan di ajang tersebut dengan kemenangan ganda di Sirkuit Mugello, Italia. Prestasi sebagai Runner-Up Rookies Cup 2025 inilah yang akhirnya mengantarkannya ke kursi bergengsi Honda Team Asia di Moto3 musim 2026.
2. Debut Memukau di Buriram
Awal Maret 2026 menjadi saksi bisu kebolehan Veda di kelas Moto3. Bertempat di Sirkuit Chang, Buriram, Thailand, pemuda berusia 17 tahun ini langsung mencuri perhatian dunia.
Tanpa perlu melewati babak kualifikasi pertama (Q1) berkat performa impresif sejak sesi latihan, Veda membuktikan bahwa ia mampu bersaing dengan para pembalap elit dunia. Dalam balapan debutnya tersebut, Veda berhasil finis di posisi kelima (P5), hanya terpaut +9,687 detik dari sang pemenang, David Almansa. Hasil ini menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi sang debutan.
Ambisi Veda tidak berhenti di Thailand. Setelah mengamankan poin penting di seri pembuka, fokus sang pembalap kini beralih ke benua Amerika.
Ujian berikutnya bagi "The Rising Star" Indonesia ini adalah seri Moto3 Brasil 2026 yang akan digelar di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Goiania, pada 20–22 Maret mendatang.









