Kisah Saina Nehwal, Mantan Ratu Bulu Tangkis India yang Jatuh Hati pada Pesona Backhand Taufik Hidayat
KISAH Saina Nehwal, mantan ratu bulu tangkis India yang jatuh hati pada pesona backhand Taufik Hidayat menarik untuk dibahas. Ternyata, di balik deretan prestasinya yang mentereng, ada satu nama dari atlet bulu tangkis Indonesia yang menjadi sumber inspirasinya sejak kecil, yakni Taufik Hidayat.
Saina tak pernah ragu menunjukkan kekagumannya pada sang legenda tunggal putra Indonesia itu. Ketertarikannya bermula saat ia masih berusia 10 tahun. Bagi Saina, Taufik bukan hanya pemain hebat, tetapi seniman di atas lapangan.
1. Pengakuan Dunia
Saina Nehwal adalah definisi sukses bagi olahraga India. Sepanjang kariernya, ia telah mengoleksi 24 gelar internasional, termasuk 10 gelar Superseries yang sangat bergengsi.
Puncak kariernya terjadi pada 2 April 2015, ketika Saina berhasil menduduki takhta peringkat satu dunia BWF, setelah sebelumnya sempat tertahan di posisi kedua pada tahun 2009. Prestasi tertingginya di kancah olahraga dunia adalah saat ia menyumbangkan medali perunggu untuk India pada Olimpiade London 2012.
Tak heran jika pemerintah India menganugerahinya berbagai penghargaan sipil dan olahraga tertinggi, mulai dari Padma Bhushan, Major Dhyan Chand Khel Ratna, hingga Arjuna Award. Di luar lapangan, Saina juga dikenal berhati emas, ia pernah masuk dalam daftar 20 besar atlet paling dermawan di dunia pada tahun 2015.
2. Alasan Mengidolakan sang Maestro Backhand
Apa yang membuat Saina begitu mengagumi sosok Taufik Hidayat? Jawabannya terletak pada estetika permainan.
Taufik, yang merupakan peraih emas Olimpiade Athena 2004 dan juara dunia 2005, memang dikenal memiliki skill yang sulit ditiru, terutama pukulan backhand yang mematikan.
Saina sempat mengungkapkan kekagumannya melalui media sosial dan wawancara. Ia merasa terhipnotis dengan cara Taufik membuat lawan-lawannya kelabakan di lapangan.
"With Taufik Hidayat, my favourite player!" tulis Saina di akun X (Twitter) miliknya, @NSaina.
Kekaguman ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan rasa hormat yang mendalam terhadap gaya bermain Taufik yang elegan namun menghancurkan.
"Dia (Taufik Hidayat) adalah pemain favorit saya. Saya suka Taufik karena memiliki pukulan-pukulan yang bagus," jelas Saina Nehwal.
Bagi Saina, melihat Taufik bertanding adalah melihat perpaduan antara paras rupawan dan kemampuan teknis yang menakjubkan. Hingga kini, kisah Saina yang mengidolakan Taufik tetap menjadi jembatan manis yang menghubungkan sejarah bulu tangkis India dan Indonesia.










