Bahlil Akui Beli Minyak Makin Sulit: Punya Uang Bisa Beli

Bahlil Akui Beli Minyak Makin Sulit: Punya Uang Bisa Beli

Ekonomi | okezone | Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:06
share

JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui pembelian minyak mentah semakin sulit di tengah perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berdampak pada penutupan Selat Hormuz. Kondisi tersebut memicu persaingan antarnegara untuk memperoleh pasokan minyak.

Bahlil mengungkapkan dua kapal kargo pengangkut minyak milik Indonesia yang telah dibeli dari Singapura sempat diminta berbalik arah setelah memasuki perairan Indonesia karena adanya permintaan dari pembeli lain.

“Tiga hari lalu kita sudah membeli minyak dari Singapura. Minyak itu sudah ditenderkan oleh Pertamina lewat trader dan sudah berangkat. Bahkan sudah masuk perairan Indonesia, kemudian diminta kembali lagi dua kargo,” ujarnya dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

Ia menilai kondisi tersebut membuat hukum perdagangan normal tidak lagi berlaku, di mana penjual dan pembeli melakukan transaksi lalu mendapatkan barangnya. Dalam kasus minyak, Bahlil menyebut pihak yang memiliki kemampuan bayar lebih tinggi dapat lebih cepat memperoleh pasokan.

“Sekarang perekonomian untuk urusan minyak ini, hukum normalnya sudah tidak berlaku. Siapa yang punya uang, dia bisa beli karena barangnya susah,” lanjutnya.

 

Namun demikian, Ketua Umum Partai Golkar itu mengaku telah mengambil tindakan bersama PT Pertamina (Persero) untuk mengembalikan dua kapal kargo minyak yang sempat diminta putar balik dari Singapura.

“Kalau tidak, kita gugat. Sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Tapi kelihatannya mereka hanya menggertak sedikit dan agak takut juga. Jadi tanggal 18 sudah bisa dikembalikan,” ujarnya.

Topik Menarik