Trump Serukan Garda Revolusi Iran Letakkan Senjata, Janjikan ‘Kekebalan Total’
JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan agar militer Iran meletakkan senjata dan menyerah, serta menjanjikan “kekebalan total” jika Garda Revolusi Islam (IRGC) meninggalkan rezim Teheran. Seruan ini disampaikan Trump di tengah perang yang masih berkecamuk antara Iran dengan AS dan Israel.
Berbicara saat menerima kunjungan tim sepak bola Inter Miami di Gedung Putih, Trump mendesak pasukan keamanan untuk berpihak pada rakyat Iran dan membantu menjatuhkan pemerintah yang telah berkuasa sejak Revolusi Iran 1979.
“Sekali lagi saya menyerukan kepada seluruh anggota Garda Revolusi Iran, militer, dan kepolisian untuk meletakkan senjata mereka,” kata Trump. “Sekaranglah saatnya membela rakyat Iran dan membantu merebut kembali negara Anda.”
Ia menekankan bahwa mereka yang menyerah akan menerima perlindungan. “Kami akan memberi Anda kekebalan,” kata Trump, menambahkan bahwa mereka yang membelot akan berada di “sisi sejarah yang benar.”
“Anda akan benar-benar aman dengan kekebalan total, atau Anda akan menghadapi kematian yang pasti. Dan saya tidak ingin melihat itu,” ujarnya.
Trump juga mengimbau para diplomat Iran yang ditempatkan di luar negeri untuk mencari suaka dan membantu membentuk masa depan Iran.
“Kami mendesak para diplomat Iran di seluruh dunia untuk meminta suaka dan membantu kami membentuk Iran yang baru dan lebih baik dengan potensi besar,” katanya.
Trump mengatakan bahwa Teheran telah menghubungi Washington untuk meminta kesepakatan mengakhiri perang, tetapi ia menilai permintaan itu “sedikit terlambat,” karena AS ingin bertempur.
“Mereka (Iran) menelepon; mereka bertanya, ‘Bagaimana kita bisa mencapai kesepakatan?’ Saya menjawab, ‘Kalian agak terlambat.’ Sekarang kita ingin berjuang lebih dari mereka,” kata Trump.
Pihak Iran membantah klaim tersebut. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan tidak memiliki kontak dengan AS. Ia juga menekankan bahwa Iran tidak meminta gencatan senjata dan menyatakan militer negara itu siap menghadapi invasi darat pasukan AS.










