Tren Kasus Campak Menurun pada Februari 2026, Kemenkes Tetap Minta Masyarakat Waspada

Tren Kasus Campak Menurun pada Februari 2026, Kemenkes Tetap Minta Masyarakat Waspada

Terkini | idxchannel | Jum'at, 6 Maret 2026 - 18:54
share

IDXChannel—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan penanganan penyakit campak di Indonesia. Tren kasus dan suspek menurun selama Februari 2026, setelah sebelumnya sempat melonjak pada awal tahun. 

Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, MA, mengungkapkan bahwa meski sempat terjadi peningkatan signifikan di Januari, data terbaru menunjukkan kondisi yang mulai melandai. 

“Tren kasus dan suspek campak meningkat pada Januari dan kemudian mulai menurun sepanjang Februari tahun 2026 ini,” ujar dr. Andi dalam konferensi pers secara virtual pada Jumat (6/3/2026). 

Berdasarkan data hingga minggu ke-8 2026, tercatat ada 45 Kejadian Luar Biasa (KLB) di 29 kabupaten/kota yang tersebar di 11 provinsi. 

Meski jumlah suspek mencapai 10.453 kasus, Andi menegaskan secara keseluruhan tren mingguan menunjukkan arah yang positif. 

“Ada terjadi penambahan satu kasus meninggal dibanding dengan minggu ke-7, tapi secara keseluruhan kita lihat bahwa tren sudah menurun sampai dengan minggu ke-8,” katanya. 

Hingga kini, pemerintah terus memantau pergerakan kasus di 11 provinsi terdampak. Seperti Sumatera Utara, Jawa Barat, hingga Sulawesi Tengah, guna menekan angka penularan.

Andi tak menampik siklus campak memang cenderung meningkat pada 2025. Namun, penanganan tahun ini dinilai lebih efektif dalam menekan angka penularan di bulan kedua. 

“Kasus di bulan Februari tahun ini relatif lebih rendah, terutama jika dibandingkan dengan 2025, 2024, kemudian juga 2023,” jelasnya. 

Andi menambahkan bahwa penurunan ini cukup konsisten di hampir seluruh wilayah yang sebelumnya melaporkan lonjakan kasus. Ia mencontohkan kondisi di beberapa provinsi besar yang mulai stabil. 

Meski demikian, pihak Kemenkes tetap meminta masyarakat waspada, mengingat siklus tahunan menunjukkan potensi kenaikan kembali di akhir tahun jika imunisasi rutin tidak diperkuat. 

“Sumatera Barat minggu-minggu terakhir pada 2025 kasusnya meningkat, tetapi serupa dengan Sumatera Utara, pada tahun 2026 kasusnya mulai menurun sampai dengan minggu ke-8,” tutupnya.


(Nadya Kurnia)

Topik Menarik