Serangan Roket Iran Hantam Situs Suci di Yerusalem
JAKARTA - Serangan roket Iran menghantam dekat situs suci di Yerusalem, Minggu (1/3/2026). Ini merupakan balasan Iran terhadap serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu (28/2/2026).
Menurut Kepolisian Israel, roket menghantam dekat situs suci di Yerusalem pada hari Minggu, menyebabkan kerusakan tetapi tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, melansir Viory.
Rekaman yang dirilis pada hari Minggu menunjukkan lokasi tepat dampak yang ditandai lingkaran merah, dengan asap mengepul segera setelah serangan.
"Petugas kepolisian Distrik Yerusalem dan sabotase bekerja untuk memindai lokasi di mana senjata terdeteksi di daerah tersebut, setelah mendengar suara ledakan dan mendeteksi asap dari area terbuka yang terletak beberapa ratus meter dari situs-situs suci di Kota Tua," bunyi pernyataan polisi.
"Pasukan menemukan hulu ledak rudal Iran, serta bahan pembakar dan peledak lainnya yang tersebar di seluruh area. Tim penjinak bom menjinakkan benda tersebut dan mengangkutnya untuk dipelajari lebih lanjut di laboratorium bom polisi," kata polisi.
Hal ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan operasi militer gabungan pada Sabtu terhadap Iran. Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah untuk 'menghancurkan rudal Iran'.
Sebagai tanggapan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan 'serangan rudal dan drone skala besar' yang menargetkan Israel. Laporan juga menunjukkan pangkalan militer AS di seluruh wilayah, termasuk di Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Irak, dan Kuwait, diserang di tengah eskalasi tersebut.
Trump kemudian mengonfirmasi kematian Khamenei. Trump pun menggambarkannya sebagai "kesempatan terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali tanah air mereka."
Ali Khamenei menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, otoritas politik dan agama tertinggi di negara itu, sejak 4 Juni 1989. Ia menggantikan Ruhollah Khomeini, pendiri Republik Islam.










