Pevoli Cantik Sabina Altynbekova Pamit Lebih Awal dari Klub Astana, Bakal Balik Main di Indonesia?
NAMA Sabina Altynbekova kembali menjadi pusat perhatian pencinta voli dunia. Atlet kebanggaan Kazakhstan yang sempat berkarier di Indonesia bersama Yogya Falcons di Proliga 2025 ini membawa kabar mengejutkan terkait kelanjutan perjalanannya di musim 2026.
Melalui unggahan di media sosial pribadinya, Sabina mengonfirmasi dirinya telah menyudahi kontrak dengan klub voli, VC Astana, lebih cepat dari jadwal yang seharusnya. Keputusan ini memicu spekulasi luas, mengingat kompetisi voli di Kazakhstan sendiri sebenarnya masih menyisakan waktu satu bulan sebelum resmi berakhir. Lantas apakah Sabina tertarik untuk kembali bermain di kompetisi voli Indonesia, Proliga 2026?
1. Perpisahan Dini dengan VC Astana
Kembalinya Sabina ke kompetisi domestik Kazakhstan setelah melanglang buana ke Jepang, UEA, hingga Indonesia sebenarnya membawa ekspektasi tinggi. Ia resmi menandatangani kontrak dengan Astana pada September 2025.
Namun, realita di lapangan tampaknya tidak berjalan mulus. Sepanjang musim ini, Astana terpuruk di dasar klasemen tanpa meraih satu pun kemenangan dari 18 pertandingan yang telah dijalani.
Meskipun kesepakatan kontrak diputus lebih awal, atlet berusia 29 tahun ini enggan membeberkan alasan spesifik di balik perpisahannya dengan klub tersebut.
“Musim voli di Kazakhstan akan berakhir dalam sebulan. Saya memutuskan untuk mengakhirinya lebih awal karena suatu alasan,” tulis Sabina di akun Instagram pribadinya, @altynbekova_20, dikutip Sabtu (28/2/2026).
Absennya Sabina dari lapangan sejak awal tahun ini pun terjawab sudah dengan statusnya yang kini resmi tanpa klub.
2. Sinyal Tantangan Baru di Luar Negeri?
Bagi para penggemar yang khawatir ini adalah akhir dari perjalanan profesionalnya, Sabina memberikan penegasan yang melegakan. Ia memastikan bahwa dirinya belum berencana untuk pensiun.
"Apakah saya akan melanjutkan karier? Pasti. Tunggu beritanya," tambah peraih gelar atlet tercantik di Kejuaraan Junior Asia 2014 tersebut.
Sinyal Sabina tengah menyiapkan langkah besar terlihat dari aktivitasnya baru-baru ini. Ia sempat membagikan momen kebersamaan dengan tokoh-tokoh besar olahraga, seperti legenda tinju Gennady Golovkin dan Presiden Federasi Gulat Internasional, Nenad Lalovic, di Baku, Azerbaijan.
Dengan pengalaman menjuarai Liga Arab bersama Al-Wasl dan daya tarik global yang dimilikinya, banyak yang memprediksi bahwa langkah Sabina selanjutnya akan kembali membawa dirinya berkompetisi di luar Kazakhstan. Lantas apakah bermain di Indonesia menjadi salah satu opsinya? Tentu menarik menantikan bagaimana langkah Sabina selanjutnya.










