Kisah Rookie MotoGP Toprak Razgatlioglu, Bertarung Lawan Cuaca Thailand di Tengah Kewajiban Puasa Ramadhan
BALAPAN MotoGP 2026 akhir pekan ini, 28 Februari-2 Maret 2026 di Thailand akan menjadi saksi sejarah bagi Toprak Razgatlioglu. Sebab juara dunia World Superbike (WSBK) tiga kali tersebut resmi memulai petualangan barunya di kelas utama bersama Pramac Yamaha.
Namun, debut yang paling dinanti di tahun 2026 ini datang dengan tantangan unik yang jarang dihadapi pembalap lain, yakni Toprak harus menjalani pekan balap di tengah bulan suci Ramadhan.
Sebagai satu-satunya pembalap Muslim di grid saat ini, Toprak harus menavigasi tuntutan fisik yang ekstrem di atas motor prototipe sembari tetap menghormati kewajiban religiusnya.
1. Adaptasi Fisik di Tengah Ibadah Puasa
Menjalankan ibadah puasa adalah pilar penting bagi umat Islam untuk menunjukkan pengabdian. Namun bagi seorang atlet papan atas, tantangan ini menjadi berlipat ganda, terutama saat harus menjinakkan tenaga motor MotoGP dan ban Michelin di bawah cuaca panas Thailand yang menyengat.
Toprak mengungkapkan ia sempat menjalankan puasa di hari-hari awal, namun demi menjaga performa dan keselamatan di lintasan, ia melakukan penyesuaian.
“Hari pertama saya menjalankan puasa Ramadhan, tetapi setelah mengendarai motor, saya butuh energi. Setelah tes, saya kembali menjalankan puasa Ramadhan selama dua hari,” ujar Toprak, dilansir dari laman resmi MotoGP, Sabtu (28/2/2026).
“Sekarang, saya mulai makan dan minum karena besok kita akan mulai lagi. Ketika saya kembali ke Turki setelah balapan, saya akan kembali menjalankan puasa Ramadhan,” tambahnya.
2. Komitmen Setelah GP Thailand
Meskipun ada kelonggaran bagi atlet dalam kondisi tertentu, komitmen Toprak terhadap agamanya tetap teguh. Ia menegaskan segera setelah rangkaian balapan di Thailand berakhir, ia akan kembali ke Turki dan melanjutkan ibadah puasanya secara penuh.
Baginya, profesionalisme di lintasan dan ketaatan beragama adalah dua hal yang ia upayakan untuk berjalan beriringan.
Kehadiran Toprak di MotoGP juga menjadi simbol inklusivitas yang semakin berkembang di dunia balap motor. Sebagaimana ajang Formula 1 dan WEC yang mulai menyesuaikan jadwal di Timur Tengah demi Ramadhan, perjuangan Toprak di Thailand menunjukkan bagaimana dunia olahraga modern semakin menghargai latar belakang keyakinan para atletnya.
Kini, fokus beralih pada sejauh mana keahliannya menggunakan ban Pirelli di masa lalu dapat membantu pengembangan Yamaha untuk musim 2027 mendatang.










