Sinergi KFI dan Klub: Menata Masa Depan Industri Futsal Putri dan Divisi Dua

Sinergi KFI dan Klub: Menata Masa Depan Industri Futsal Putri dan Divisi Dua

Terkini | okezone | Rabu, 25 Februari 2026 - 13:51
share

JAKARTA – Kompetisi Futsal Indonesia (KFI) resmi menginisiasi transformasi tata kelola futsal nasional melalui agenda Owners Meeting yang digelar pada Selasa 24 Februari 2026. Pertemuan yang melibatkan para pemilik dan manajer klub Women’s Pro Futsal League (WPFL) serta Pro Futsal League 2 (PFL2) ini menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan visi dalam membangun ekosistem olahraga yang lebih profesional dan bernilai komersial tinggi.

Agenda tersebut tidak sekadar forum formal antara operator dan peserta liga. Diskusi berlangsung terbuka dan konstruktif karena seluruh pihak yang hadir merupakan bagian dari ekosistem liga profesional futsal nasional yang memiliki kepentingan besar terhadap kemajuan prestasi serta industri olahraga ini.

1. Jadwal Kompetisi Musim 2026

Ada tiga pilar utama yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan itu. Ketiganya meliputi peningkatan kualitas kompetisi di lapangan, perluasan jangkauan media, serta optimalisasi potensi komersial di luar pertandingan agar liga mampu menghidupi dirinya sendiri secara mandiri.

Peningkatan mutu kompetisi dinilai sebagai tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Liga profesional dipandang sebagai fondasi utama lahirnya pemain-pemain andalan Tim Nasional Futsal Indonesia, baik putra maupun putri, yang ditempa melalui persaingan di kasta tertinggi secara konsisten.

KFI dan Klub bahas Industri Futsal Nasional. (Foto: Rilis Resmi KFI)

Sebagai tindak lanjut komitmen tersebut, kompetisi musim ini akan dijalankan dengan standar yang lebih baik. WPFL dan PFL2 dijadwalkan berlangsung pada April hingga Juli 2026 dengan dua kota sebagai pusat penyelenggaraan, yakni Bandung dan Sukoharjo sebagai lokasi sentral pertandingan.

Direktur Utama KFI, Rorian Pratyaksa, menegaskan semangat kolaborasi dalam forum tersebut.

"Kami duduk bersama bukan untuk klaim berlebihan, melainkan murni untuk berkolaborasi secara nyata," ujar Rorian Pratyaksa, Direktur Utama Kompetisi Futsal Indonesia (KFI), dikutip Rabu (25/2/2026).

 

2. Kolaborasi Elemen Futsal demi Marwah Kompetisi

Rorian menambahkan bahwa peningkatan level liga tidak bisa dilakukan secara sepihak oleh operator saja.

"Kami menyadari bahwa membawa liga ini ke next level, sekaligus menjaga muruah kompetisi yang melahirkan para penggawa Timnas kita, tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Ini harus dibangun bersama-sama dengan seluruh elemen pemilik dan manajer yang selama ini telah berdedikasi membesarkan liga," kata Rorian.

KFI dan Klub bahas Industri Futsal Nasional. (Foto: Rilis Resmi KFI)

Melalui Owners Meeting tersebut, KFI dan seluruh klub peserta sepakat untuk mengubah pendekatan pengelolaan liga secara fundamental. Ke depan, kompetisi tidak hanya diposisikan sebagai turnamen musiman, melainkan sebagai entitas bisnis olahraga yang memberi nilai tambah bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya.

Transformasi ini diharapkan berdampak langsung pada kesejahteraan klub dan pengembangan karier para pemain. Selain itu, sponsor, mitra media, serta penggemar futsal nasional juga diharapkan merasakan manfaat dari tata kelola yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.

KFI sendiri merupakan operator resmi liga futsal profesional di Indonesia yang menaungi penyelenggaraan Pro Futsal League (PFL), WPFL, dan PFL2. Komitmen tersebut ditegaskan untuk memajukan kualitas olahraga futsal sekaligus mengembangkan potensi komersialnya agar tumbuh sebagai industri yang mandiri dan berkelanjutan di Tanah Air.

Topik Menarik