5 Pesepakbola Top Dunia yang Sering Jadi Korban Rasisme, Nomor 1 Vinicius Junior
SEPAK bola dunia kembali ternoda oleh rentetan insiden pelecehan rasial yang menimpa para bintang lapangan hijau. Meski kampanye anti-rasisme terus digelorakan, serangan baik dari tribun stadion, pemain, maupun media sosial masih menjadi momok bagi para pesepakbola.
Berdasarkan laporan terbaru, setidaknya ada lima pesepakbola top yang kerap menjadi sasaran rasisme. Penasaran siapa saja?
Berikut 5 Pesepakbola Top Dunia yang Sering Jadi Korban Rasisme, Mengutip dari Vanguard:
1. Vinicius Junior (Real Madrid/Brasil)
Winger andalan Real Madrid ini menjadi simbol perlawanan terhadap rasisme di sepak bola modern. Sepanjang delapan tahun kariernya di Spanyol, tercatat ada sedikitnya 20 kasus dugaan pelecehan rasial yang ia alami.
Bareskrim Geledah Kantor Dana Syariah Indonesia 2 Hari, Sita Dokumen hingga Data Transaksi
Insiden terbaru terjadi dalam laga leg pertama playoff babak 16 besar Liga Champions 2025-2026 melawan Benfica, di mana Vinicius menuduh Gianluca Prestianni melontarkan cacian rasial kepadanya. Meski Prestianni membantah, rekan setim Vinicius, Kylian Mbappe, mengaku mendengar istilah rasis tersebut diucapkan sebanyak lima kali.
Kasus Vinicius di masa lalu bahkan telah menghasilkan vonis pidana penjara bagi para pelakunya di Spanyol.
2. Bukayo Saka (Arsenal/Inggris)
Bintang muda Inggris ini mengalami serangan rasisme yang sangat masif di media sosial setelah gagal mengeksekusi penalti pada final Euro 2020. Serangan berupa ejekan dan cercaan rasial tersebut memicu kecaman luas dari otoritas sepak bola dunia dan memaksa pihak kepolisian melakukan serangkaian penangkapan.
3. Marcus Rashford (Barcelona/Inggris)
Senasib dengan Saka, Marcus Rashford juga menjadi korban ujaran kebencian setelah kekalahan Inggris di final Euro 2020. Rashford menerima gelombang penghinaan yang tidak hanya menyerang performanya, tetapi juga warna kulitnya.
Insiden ini memicu gerakan nasional di Inggris yang menuntut tindakan lebih tegas dari penyedia platform media sosial untuk memblokir akun-akun pelaku rasisme.
4. Jadon Sancho (Aston Villa/Inggris)
Anggota ketiga dari skuad Inggris yang menjadi sasaran empuk rasisme pasca-final Euro 2020 adalah Jadon Sancho. Serangan rasis yang membanjiri akun media sosialnya menyoroti fenomena pahit dalam dunia olahraga.
Pemain sering kali diserang secara personal dan rasial saat mereka dianggap gagal memberikan kemenangan bagi negaranya. Kampanye melawan diskriminasi pun terus digaungkan untuk melindungi pemain dari serangan serupa.
5. Joe Willock (Newcastle United/Inggris)
Gelandang Newcastle United, Joe Willock, menjadi korban terbaru rasisme di Premier League. Setelah sebuah kemenangan krusial, ia justru mendapatkan ancaman kekerasan dan hinaan rasial melalui Instagram yang ditujukan kepada dirinya serta keluarganya.
Mensos bakal Beri Santunan untuk Korban Longsor di Cisarua Bandung Barat, Segini Besarannya
Pihak Newcastle United mengecam keras tindakan tersebut dan menuntut tindakan hukum nyata terhadap para pelaku yang bersembunyi di balik anonimitas media sosial.










