Serangan Bersenjata di Nabire Tewaskan Dua Orang, Satgas Ops Damai Cartenz Kejar Pelaku

Serangan Bersenjata di Nabire Tewaskan Dua Orang, Satgas Ops Damai Cartenz Kejar Pelaku

Nasional | okezone | Senin, 23 Februari 2026 - 03:30
share

NABIRE – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku insiden penyerangan bersenjata di Pos Pengamanan PT Kristal Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Sabtu 21 Februari 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia serta kerusakan pada fasilitas perusahaan.

Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan penyerangan. Aparat juga mengamankan lokasi serta mengevakuasi korban.

“Kami mengucapkan belasungkawa atas kejadian yang menimpa kedua korban. Begitu menerima laporan, Satgas Ops Damai Cartenz bersama Polres Nabire langsung menuju TKP untuk melakukan pengamanan, olah TKP, serta mengevakuasi korban,” kata Yusuf, Minggu (22/2/2026).

Petugas menemukan dua jenazah dalam kondisi hangus terbakar di antara runtuhan bangunan. Keduanya kemudian dievakuasi ke RSUD Nabire untuk proses identifikasi dan autopsi.

Selain itu, aparat menemukan satu unit kendaraan milik perusahaan dengan empat lubang bekas tembakan. Kerusakan juga terlihat pada bagian radiator mesin yang berlubang akibat proyektil.

 

Namun, selongsong peluru belum ditemukan di sekitar lokasi. Diduga, penembakan dilakukan dari jarak sekitar 50 hingga 100 meter. Polisi telah memeriksa empat orang saksi yang merupakan pegawai perusahaan.

Berdasarkan keterangan saksi, penyerangan diawali dengan suara tembakan dan terlihat sekitar tiga orang pelaku di lokasi kejadian. Jumlah tersebut masih dalam pendalaman lebih lanjut.

Terkait klaim tanggung jawab yang beredar di media sosial, aparat menegaskan tidak serta-merta menyimpulkan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. Proses penyelidikan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan alat bukti dan hasil investigasi lapangan.

“Kami tidak mendasarkan kesimpulan pada klaim sepihak. Seluruh proses berjalan sesuai prosedur dan berbasis bukti,” ujar Yusuf.

Polisi juga mendalami informasi mengenai dugaan perampasan senjata. Namun hingga kini dipastikan tidak ada anggota Polri yang bertugas melakukan penjagaan di lokasi PT tersebut. Informasi terkait dugaan senjata yang dirampas masih dalam proses penyidikan.

 

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan aparat akan menindaklanjuti kasus ini secara tegas dan terukur.

“Kami mengecam tindakan kekerasan yang menimbulkan korban jiwa. Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan proporsional. Negara harus hadir untuk memastikan rasa aman bagi masyarakat serta menjaga stabilitas wilayah,” ujarnya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Adarma Sinaga, menambahkan upaya pengejaran terhadap para pelaku telah dilakukan sejak hari kejadian. Aparat juga melakukan pemetaan serta profiling terhadap kelompok yang diduga terlibat.

“Langkah-langkah pengamanan dan pengejaran terus kami lakukan secara terkoordinasi. Selain itu, tim juga mendalami motif serta kemungkinan keterkaitan dengan jaringan kelompok bersenjata di wilayah ini,” katanya.

Topik Menarik