Hujan Ekstrem Picu Banjir di Sejumlah Daerah, BNPB Catat Ratusan Rumah Rusak

Hujan Ekstrem Picu Banjir di Sejumlah Daerah, BNPB Catat Ratusan Rumah Rusak

Nasional | okezone | Senin, 23 Februari 2026 - 01:03
share

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang terjadi pada periode 21–22 Februari 2026. Selama dua hari tersebut, bencana didominasi oleh banjir di berbagai daerah.

Peristiwa banjir pertama dilaporkan terjadi di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ratusan warga terdampak akibat kejadian tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Desa Obel-obel, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, NTB, pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 15.30 WITA.

“Sebanyak 100 kepala keluarga (KK) terdampak kejadian ini. Banjir surut sehari kemudian,” kata Abdul, Minggu (22/2/2026).

Sementara itu, di Kabupaten Sumbawa, NTB, banjir bandang melanda Desa Muer dan Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut seharian pada Sabtu (21/2). Kerugian material tercatat sebanyak 106 unit rumah terdampak, dengan total 293 jiwa menjadi korban terdampak.

 

Pada hari yang sama, banjir juga melanda Kabupaten Bima, NTB. Tiga desa dari dua kecamatan terdampak, yakni Desa Lere di Kecamatan Parado serta Desa Kore dan Desa Sandue di Kecamatan Sanggar.

“Kejadian ini berdampak pada 37 KK atau 119 jiwa yang rumahnya terdampak. Satu kepala keluarga mengungsi akibat peristiwa ini,” sambungnya.

Beralih ke Provinsi Jawa Tengah, bencana banjir dan tanah longsor terjadi di Desa Segorogunung dan Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, pada Sabtu (21/2). Dua orang mengalami luka-luka akibat syok dan benturan, serta telah dirujuk ke Puskesmas Ngargoyoso.

“BPBD Kabupaten Karanganyar mencatat kerugian material berupa tiga unit rumah dan satu kandang ternak,” ujar Abdul.

Di Provinsi Jawa Timur, banjir juga dilaporkan melanda Kabupaten Probolinggo pada Jumat (20/2). Lokasi terdampak berada di Desa Blimbing, Kecamatan Pakuniran. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB ini mengakibatkan sebuah jembatan—yang merupakan satu-satunya akses penghubung Desa Blimbing dan Desa Kalidandan—putus.

“Imbas kejadian ini, sebanyak 100 KK terdampak. BPBD Kabupaten Probolinggo melakukan asesmen lapangan dan penanganan darurat kepada warga terdampak,” katanya.

 

Selain banjir, Kabupaten Probolinggo juga dilanda angin kencang yang mengakibatkan beberapa rumah warga rusak pada bagian atap. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Jumat (20/2).

“Lima kecamatan terdampak angin kencang, yaitu Kecamatan Gading, Sumberasih, Tiris, Krucil, dan Besuk. Sebanyak 18 KK terdampak. Tim kaji cepat BPBD Kabupaten Probolinggo mendata sembilan unit rumah terdampak, terdiri atas empat unit rumah rusak ringan dan lima unit rumah rusak sedang,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi iklim di wilayah Nusa Tenggara Barat pada dasarian ketiga Februari 2026 berpotensi mengalami curah hujan menengah hingga tinggi.

Wilayah yang diprakirakan mengalami hujan kategori tinggi antara lain Kabupaten Majalengka dan Kuningan (Jawa Barat); Kabupaten/Kota Tegal, Pekalongan, dan Batang (Jawa Tengah); Kabupaten/Kota Kupang (Nusa Tenggara Timur); Kabupaten Takalar, Makassar, Gowa, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, Jeneponto, dan Barru (Sulawesi Selatan); serta Kabupaten Puncak (Papua Tengah).

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama musim hujan, seperti angin kencang, hujan ekstrem, puting beliung, banjir, dan gelombang tinggi, serta potensi bencana geologi seperti gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Topik Menarik