Buntut Kericuhan Kontra Ratchaburi FC, Persib Bandung Resmi Tutup Tribun Selatan Stadion GBLA

Buntut Kericuhan Kontra Ratchaburi FC, Persib Bandung Resmi Tutup Tribun Selatan Stadion GBLA

Terkini | okezone | Minggu, 22 Februari 2026 - 13:50
share

BANDUNG - Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) mengambil langkah tegas dengan menutup sementara Tribun Selatan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Keputusan ini diambil sebagai respons langsung atas insiden kericuhan yang meledak setelah laga krusial melawan klub asal Thailand, Ratchaburi FC, pada Rabu 18 Februari 2026 lalu.

Seperti diketahui, kericuhan sempat terjadi selepas laga Persib Bandung kontra Ratchaburi FC di leg kedua babak 16 besar AFC Champions League (ACL) 2 2025-2026. Pertandingan itu dihelat di Stadion GBLA, Bandung, Jawa Barat.

Kendati menang tipis, kekecewaan mendalam menyelimuti stadion karena hasil tersebut tidak mampu menyelamatkan nasib tim di kancah Asia. Dalam laga itu, Persib sejatinya berhasil memetik kemenangan 1-0.

Namun, hasil 1-0 ini tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan agregat. Maung Bandung —julukan Persib— tersingkir karena kalah agregat 1-3 dari Ratchaburi FC.

Kegagalan melangkah lebih jauh di kompetisi bergengsi ini memicu reaksi keras dari sejumlah oknum suporter yang hadir langsung di tribun.

1. Sanksi Penutupan Sektor

Seusai pertandingan, insiden kericuhan sempat pecah di Stadion GBLA. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengakui insiden itu bermula dari suporter yang tak puas Persib tersingkir dari ACL Two 2025-2026. Kekecewaan yang tidak terkendali tersebut berubah menjadi tindakan anarkis yang mencederai nilai-nilai sportivitas.

Persib Bandung vs Ratchaburi FC. (Foto: Instagram/persib)

"Dalam dinamika tersebut, terjadi sejumlah insiden seperti pemanjatan pagar pembatas tribun, pelemparan objek, penyalaan petasan, serta pitch invasion yang melibatkan sebagian oknum suporter. Situasi ini menjadi perhatian serius, terlebih karena pertandingan berlangsung dalam kompetisi level Asia yang turut membawa nama Persib, Bandung, dan Indonesia," terang Adhitia dikutip dari laman resmi Persib Bandung, Minggu (22/2/2026).

Beredar kabar bahwa kericuhan pecah dari tribun selatan stadion GBLA. Oleh sebab itu, tribun tersebut menjadi sorotan karena dianggap sebagai biang masalah. Pihak manajemen merasa perlu mengambil tindakan preventif yang nyata untuk mencegah sanksi lebih berat dari otoritas sepak bola yang lebih tinggi, mengingat laga tersebut berskala internasional.

 

2. Komitmen Keamanan Jelang Laga Kontra Persita

Dugaan tersebut semakin kuat karena PT Persib Bandung Bermartabat kini resmi menutup sementara tribun tersebut. Tidak hanya tribun selatan, area VIP Barat Selatan (VBS) sektor D dan E juga resmi ditutup sementara. Penutupan ini merupakan bagian dari evaluasi total sistem pengamanan stadion agar kenyamanan penonton lain tetap terjaga.

Adhitia menjelaskan, dua tribun itu akan ditutup sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan. Adapun, penutupan dua area tersebut akan dimulai dari pertandingan Persib Bandung kontra Persita Tangerang, Minggu (22/2/2026) pukul 20.30 WIB. Keputusan ini memaksa pemegang tiket di sektor tersebut untuk mematuhi aturan baru yang ditetapkan manajemen.

"Sebagai langkah antisipatif agar kejadian serupa tidak terulang, kami memutuskan untuk menutup sementara tribun selatan serta VIP Barat Selatan (VBS) sektor D dan E, mulai dari pertandingan Persib vs Persita yang digelar pada hari ini, Minggu, 22 Februari 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan," jelas Adhitia. Langkah ini diharapkan mampu meredam ketegangan di antara suporter.

Persib Bandung vs Ratchaburi FC. (Foto: Instagram/persib)

Di sisi lain, Adhitia menyatakan pihaknya berkomitmen untuk menginvestigasi insiden kericuhan usai laga kontra Ratchaburi FC. Adhitia berharap, insiden memalukan ini tidak terulang di masa depan, terutama saat Persib berlaga di kompetisi domestik maupun internasional. Manajemen ingin memastikan bahwa GBLA kembali menjadi rumah yang aman bagi seluruh pecinta sepak bola.

"Mari kita jaga bersama marwah klub ini dengan menunjukkan dukungan yang dewasa dan bertanggung jawab, agar sepakbola tetap menjadi ruang kebanggaan yang dapat dinikmati oleh semua kalangan," tutup Adhitia.

Topik Menarik