703 Aset Negara Terdampak Banjir Sumatera Terlindungi Asuransi Rp6,48 Triliun, Pemulihan Lebih Cepat
JAKARTA — Program Asuransi Barang Milik Negara (ABMN) kian menegaskan perannya sebagai instrumen strategis dalam melindungi dan memulihkan aset negara di tengah meningkatnya risiko bencana alam. Sejak berjalan pada 2019, program ini telah diikuti 77 lembaga negara dengan total pembayaran klaim mencapai Rp108 miliar hingga Januari 2026, yang sebagian besar dipicu oleh kejadian bencana.
Terbaru, perlindungan terhadap dampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencakup 703 objek dengan total nilai pertanggungan sekitar Rp6,48 triliun, menandai pentingnya pengelolaan risiko terukur guna menjaga keberlanjutan aset publik dan stabilitas anggaran negara.
Sebagai Ketua Konsorsium ABMN, Asuransi Jasindo terus memastikan program tersebut berjalan optimal. Kondisi ini menunjukkan besarnya peran asuransi dalam menanggung dan memulihkan risiko atas aset negara saat terjadi bencana.
“Asuransi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen strategis negara dalam menjaga nilai dan keberlangsungan aset publik. Melalui Program ABMN, kami memastikan bahwa risiko bencana tidak serta-merta membebani anggaran negara dan operasional lembaga, melainkan dapat dikelola secara terukur dan berkelanjutan,” ujar Direktur Operasional Asuransi Jasindo, Ocke Kurniandy, Senin (16/2/2026).
Lebih lanjut, perusahaan memberikan perlindungan atas dampak banjir di tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan total 703 objek terdampak. Objek tersebut mencakup aset yang sudah masuk dalam Program ABMN.
Hal ini menjadi komitmen perusahaan untuk hadir bagi Indonesia dalam memberikan perlindungan risiko. Berdasarkan perkembangan tersebut, total nilai pertanggungan atas kejadian banjir di Sumatera mencapai sekitar Rp6,48 triliun.
“Besarnya nilai pertanggungan ini menunjukkan betapa krusialnya peran asuransi dalam menjaga kesinambungan fungsi aset negara dan perusahaan. Asuransi hadir untuk memastikan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat, tertib, dan tidak mengganggu keberlanjutan pelayanan maupun kegiatan ekonomi. Sehingga, bagi Kementerian dan Lembaga yang belum bergabung, kami harap dapat mendaftarkan asetnya pada program ABMN ini,” tambah Ocke.
Perusahaan berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola risiko serta meningkatkan kualitas layanan klaim yang berlandaskan semangat melayani sepenuh hati. Komitmen ini merupakan wujud upaya dalam memberikan layanan terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan, sekaligus mendukung langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan fiskal dan perlindungan aset strategis nasional di tengah dinamika risiko yang semakin kompleks.










