Prabowo Tantang Danantara Cetak RoA 7, Pandu Sjahrir Ungkap Strateginya

Prabowo Tantang Danantara Cetak RoA 7, Pandu Sjahrir Ungkap Strateginya

Ekonomi | okezone | Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:27
share

JAKARTA – Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Pandu Sjahrir, menanggapi tantangan Presiden Prabowo Subianto terkait Return on Asset (RoA) sebesar 7 pada 2026. Pandu menganggap tantangan tersebut mencerminkan harapan besar Presiden terhadap kinerja Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia dan berfungsi sebagai pemicu untuk mendorong kinerja Danantara yang lebih baik di masa depan.

Pandu mengatakan, pihaknya akan mengarahkan investasi kepada proyek-proyek yang punya imbal hasil tinggi dan dampak yang lebih besar terhadap penciptaan lapangan kerja di masyarakat. Selain itu, standar investasi Danantara juga akan dinaikkan untuk mengejar target RoA 7 persen pada tahun ini.

"Ya bagus, dengan adanya ekspektasi yang lebih tinggi, kita juga akan fokus pada proyek-proyek yang lebih high return dengan impact yang sama. Kita juga sekarang barrier-nya akan lebih tinggi lagi, standarnya akan dinaikkan," ujarnya saat ditemui usai acara Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jumat (13/2/2026).

Pandu mengatakan, tantangan yang diberikan Presiden Prabowo meminta RoA di angka 7 persen akan menjadi target baru Danantara pada tahun 2026. Meskipun ia belum merinci secara spesifik strategi yang akan digunakan pada tahun ini untuk mencapai target tersebut.

"Yang dikasih angka segitu, ya itu targetnya. Kan udah Januari ya, angka itulah yang sekarang menjadi (target) RoA yang baru," tandas Pandu.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberi target Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk mencetak return on asset (RoA) minimal 7 persen pada 2026, menyusul laporan awal kinerja yang disebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Dalam arahannya, Presiden mengapresiasi capaian awal Danantara yang meski baru berdiri dan belum genap setahun beroperasi, telah membukukan hasil efisiensi dan reformasi yang diklaim mencapai empat kali lipat dibandingkan kinerja 2024. Namun, ia menegaskan capaian tersebut harus terus ditingkatkan.

"Saya dapat laporan sementara ya, hasil daripada efisiensi saudara, reformasi, sudah melahirkan hasil empat kali lipat daripada tahun 2024. Ini luar biasa tapi harus terus dikejar. Saya menuntut return on asset ya 7 persen lah. Kenapa senyum? Kepala Danantara bisa?" kata Presiden dalam sambutannya pada acara Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara.

Menurutnya, penetapan target tinggi merupakan strategi untuk mendorong kinerja optimal. Ia bahkan menaikkan ekspektasi di atas target awal. "Kalau patok 5 persen nanti dapat 3 persen. Kalau patok 8 persen bisa 7 persen. Sekarang saya tingkatkan, harus bisa lebih dari 8 persen," jelas Presiden.

Topik Menarik