Indonesia Gabung Board of Peace Setelah Konsultasi dengan Tujuh Negara Muslim

Indonesia Gabung Board of Peace Setelah Konsultasi dengan Tujuh Negara Muslim

Nasional | okezone | Kamis, 5 Februari 2026 - 01:01
share

JAKARTA - Indonesia telah melalui proses panjang sebelum akhirnya memutuskan bergabung dengan Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Demikian disampaikan mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Hasan Wirajuda usai menerima penjelasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026) malam.

"Dan juga ketika kita pada akhirnya memutuskan bergabung, kita juga melalui proses konsultasi yang erat dengan tujuh negara Islam atau negara berpenduduk mayoritas Islam," ujarnya.

Sedangkan tujuh negara mayoritas Islam yang dimaksud dan turut bergabung dalam Board of Peace tersebut yakni Republik Turkiye, Republik Arab Mesir, Kerajaan Hashemite Yordania, Republik Islam Pakistan, Negara Qatar, Kerajaan Arab Saudi, serta Uni Emirat Arab.

Dalam pertemuan dengan para mantan menteri luar negeri dan mantan wakil menteri luar negeri (wamenlu), Presiden Prabowo Subianto turut menyampaikan tujuan utama Indonesia bergabung dalam dewan tersebut.

“Untuk membantu penyelesaian masalah Palestina khususnya di Gaza,” ujar Hasan.

Hasan menilai kehadiran delapan negara dengan mayoritas penduduk muslim di dalam Board of Peace menjadi faktor penting untuk menjaga keseimbangan dalam pengambilan keputusan.

 

“Memang ada kekhawatiran bahwa Trump akan memainkan peran luar biasa, tidak dapat dikontrol, tapi setidaknya delapan negara ini bisa menyeimbangkan proses di dalam Board of Peace,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Presiden Prabowo secara khusus mengundang para mantan menlu dan wamenlu untuk berdiskusi mengenai dinamika global terkini, termasuk pembahasan mengenai Board of Peace.

Sejumlah tokoh diplomasi Indonesia yang hadir antara lain mantan Menlu Retno Marsudi, Alwi Shihab, Marty Natalegawa, serta mantan Wamenlu Dino Patti Djalal.

Topik Menarik