Seskab Tegaskan Prabowo Tidak Gunakan Dua Pesawat Kepresidenan ke Luar Negeri
JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya membantah isu yang menyebut Presiden Prabowo Subianto menggunakan dua pesawat kepresidenan, saat melakukan kunjungan kerja ke luar negeri.
"Jadi, ada yang menyampaikan dan menanyakan bahwa Pak Presiden kalau ke luar negeri sekarang menggunakan dua pesawat kenegaraan. Saya jawab, tidak ada itu. Itu tidak benar," tegas Teddy kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Teddy kemudian menjelaskan riwayat penggunaan transportasi udara Prabowo. Menurutnya, bahkan sebelum menjabat sebagai Presiden, Prabowo kerap menggunakan pesawat milik perusahaan pribadinya untuk mobilitas.
"Pak Presiden, sejak sebelum menjabat sebagai Presiden pun, selalu menggunakan pesawat perusahaan milik pribadi beliau," ujar Teddy.
Pada awal masa jabatan, lanjut Teddy, Prabowo sempat menggunakan pesawat Boeing 737 milik TNI Angkatan Udara (AU) untuk perjalanan luar negeri. Namun, pesawat tersebut bukan pesawat kepresidenan, melainkan pesawat pendukung logistik dan personel.
"Sesuai undang-undang dan aturan, harus ada Paspampres, protokol, tim dokter, tim Kementerian Luar Negeri, wartawan, dan sebagainya. Jadi, tidak benar bahwa Bapak Presiden menggunakan dua pesawat kenegaraan,” jelasnya.
Teddy menambahkan, selama satu tahun terakhir Prabowo telah menetapkan standar baru untuk kunjungan kerja jarak jauh dengan hanya menggunakan satu pesawat maskapai nasional.
"Faktanya, sejak satu tahun terakhir ini, Presiden Prabowo ke luar negeri jarak jauh selalu menggunakan satu pesawat, yaitu maskapai nasional kebanggaan kita, Garuda Indonesia Boeing 777. Pasti Anda sudah melihat semuanya," paparnya.
Selain itu, Prabowo juga menerapkan kebijakan efisiensi dengan memperkecil jumlah rombongan yang ikut dalam kunjungan kerja.
"Saat ini perangkat kepresidenan kita perkecil. Yang perlu ikut, ikut. Rombongan semakin terbatas," kata Teddy.
Ia menambahkan, untuk perjalanan dalam negeri, Prabowo menggunakan pesawat Boeing milik TNI AU guna mengangkut perangkat kepresidenan dan wartawan.










