Timnas Futsal Indonesia Hadapi Irak di Piala Asia Futsal 2026, Hector Souto: Laga yang Sangat Rumit
JAKARTA – Timnas Futsal Indonesia akan menghadapi Timnas Futsal Irak pada pertandingan terakhir Grup A Piala Asia Futsal 2026. Pelatih Hector Souto menyebut laga itu sangat rumit.
Duel Timnas Futsal Indonesia vs Timnas Futsal Irak itu akan digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (31/1/2026) pukul 19.00 WIB. Kedua tim sama-sama memiliki enam poin dari dua laga.
Skuad Garuda memiliki modal bagus untuk menghadapi Irak. Firman Adriansyah dan kawan-kawan sukses melumat Timnas Futsal Kirgistan dengan skor 5-3. Kemenangan itu membawa mereka unggul selisih gol dengan +7 (10-3) berbanding +3 (7-4).
1. Lawan Tangguh
Meski begitu, Irak akan menjadi lawan tangguh bagi Timnas Futsal Indonesia. Souto mengatakan The Lions of Mesopotamia memiliki pemain yang berkualitas.
“Pertandingan yang sangat rumit. Saya sudah mengatakan di konferensi pers sebelum turnamen, Irak memiliki 5-6 pemain luar biasa dalam duel satu lawan satu. Gaya mereka mungkin berbeda dengan Kirgistan,” kata Souto, dikutip Sabtu (31/1/2026).
Secara permainan, Irak berbeda dengan Kirgistan. Pria asal Spanyol itu mengatakan kalau gaya permainan tim asuhan Ricardo Camara bak negara barat yang mengandalkan kecepatan dan aksi individu.
“Kirgistan adalah tim yang kuat dalam situasi satu lawan satu dan juga punya strategi bagus dengan melibatkan kiper. Ketika mereka melibatkan kiper, itu sangat merepotkan kami,” ucap Souto.
“Sementara Irak lebih mengusung gaya futsal Barat. Mereka cepat, sangat terampil, dan selalu berbahaya untuk mencetak gol lewat situasi individual,” sambung pria berusia 44 tahun terseubt.
2. Waspadai Kemampuan Individu Irak
Souto pun mewaspadai kemampuan individu dari pemain Irak. Ia bakal mempersiapkan Timnas Futsal Indonesia sebaik mungkin demi meraih kemenangan dalam laga tersebut.
“Karena itu, kami harus benar-benar mewaspadai kemampuan individu mereka dan berusaha lebih banyak menguasai bola dibandingkan hari ini (lawan Kirgistan),” papar Souto.
“Pada laga ini kami tidak tampil baik saat menyerang. Di pertandingan berikutnya, kami harus membuat mereka yang menderita,” pungkas mantan pelatih Bintang Timur Surabaya itu.










