Normalisasi Ciliwung, Pramono Sebut Pembebasan Lahan Masif dan Senyap
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau proyek normalisasi Kali Ciliwung di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Kamis (29/1/2029). Pengerjaan normalisasi ini dilaksanakan bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
1. Normalisasi Kali Ciliwung
Pramono menjelaskan, Kementerian PU bertugas membangun tanggul, sementara Pemprov DKI bertindak melaksanakan pembebasan lahan. Ia menyebut pihaknya telah mengeksekusi pembebasan lahan secara masif dan senyap.
"Karena memang saya menginginkan normalisasi Ciliwung ini berjalan dengan tidak ribut-ribut dan teman-teman pasti enggak menyangka bahwa kami sudah melakukan pembebasan yang cukup masif di tempat ini. Itu memang dilakukan secara adem-ayem senyaplah," ujar Pramono kepada wartawan, Kamis (29/1/2029).
Ia menegaskan, pembebasan lahan ini dilaksanakan Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Sumberdaya Air, berkerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang menentukan titik lokasi.
"Karena memang yang paling penting saya sudah wanti-wanti (pembebasan lahan) harus dilakukan oleh kita (Pemprov DKI Jakarta) sendiri. Kalau yang seperti ini kan yang mau jadi middleman-nya kan banyak banget," ujar dia.
"Ini semuanya kita lakukan sendiri dan secara khusus saya terima kasih kepada BPN yang koordinasinya baik sekali," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Pramono menyebut proyek normalisasi Kali Ciliwung ini terbagi ke dalam dua segmen.
Segmen pertama membentang dari Pintu Air Manggarai hingga MT Haryono dengan panjang sekitar 7 kilometer. Pada segmen ini direncanakan pembangunan tanggul sepanjang 14,99 kilometer.
"Pada segmen ini direncanakan pembangunan tanggul sepanjang 14,99 kilometer, dengan realisasi saat ini mencapai 8,24 kilometer," kata Pramono.
Selanjutnya segmen kedua dari MT Haryono hingga TB Simatupang dengan panjang sekitar 12,89 kilometer. Di segmen ini, rencana pembangunan tanggul mencapai 18,7 kilometer.
"Yang berikutnya adalah segmen kedua dari MT Haryono sampai TB Simatupang 12,89 kilometer segmen ini direncanakan pembuatan tanggulnya 18,7 kilometer, dan realisasinya sekarang ini kurang lebih 8,9 kilometer," ujarnya.
Total panjang tanggul yang akan dibangun dalam proyek normalisasi ini sepanjang 33,69 kilometer. Ia menyebut, realisasi pekerjaan penurapan saat ini telah mencapai 17,14 kilometer.
"Total secara keseluruhan ada 33,69 kilometer di ruas Ciliwung ini, realisasi yang sudah diturap 17,14 kilometer," ujarnya.










