BYD Siapkan Sub Brand Baru Khusus Taksi Online

BYD Siapkan Sub Brand Baru Khusus Taksi Online

Otomotif | okezone | Senin, 12 Januari 2026 - 19:29
share

JAKARTA - Produsen otomotif China, BYD, siap meluncurkan sub brand baru bernama Linghui. Sub merek ini khusus untuk taksi online. 

1. Sub Brand Baru

Sub brand tersebut sudah diajukan ke ementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) China, melansir Car News China, Senin (12/1/2026). 

Pengajuan tersebut mengungkapkan logo baru untuk merek Linghui, yang menandakan niat BYD untuk membedakan model-model baru ini dari jajaran produk yang sudah ada. Empat model, yaitu Linghui e5, Linghui e7, Linghui e9, dan Linghui M9 telah diajukan untuk persetujuan.

"Merek Linghui yang baru tampaknya memanfaatkan platform BYD yang sudah mapan, dengan beberapa model yang berbasis pada kendaraan BYD yang sudah ada sambil mengadopsi identitas baru," demikian laporan tersebut.

Linghui e9 dibangun di atas BYD Han. Mobil ini memiliki panjang 4.995 mm, lebar 1.940 mm, dan tinggi 1.495 mm, dengan jarak sumbu roda 2.920 mm. Linghui e9 ditenagai dua pilihan motor listrik, yang menawarkan daya maksimum masing-masing 135 kW (181 hp) dan 150 kW (201 hp).

Mengadopsi bahasa desain keluarga yang sama, Linghui e7 memiliki dimensi 4.780 mm (panjang), 1.900 mm (lebar), dan 1.515 mm (tinggi), dengan jarak sumbu roda 2.820 mm. Model ini akan tersedia dengan dua konfigurasi motor listrik, menghasilkan daya 100 kW (134 hp) dan 130 kW.

Berbasis pada BYD Qin Plus EV, Linghui e5 memiliki panjang 4.805 mm, lebar 1.837 mm, dan tinggi 1.530 mm, dengan jarak sumbu roda 2.718 mm. Mobil ini dilengkapi dengan satu motor listrik yang menghasilkan daya maksimum 100 kW (134 hp).

Sebagai model terbesar dari penawaran awal, Linghui M9 berbasis pada BYD Xia, meskipun detail spesifik telah disesuaikan untuk merek baru ini. Mobil ini memiliki dimensi 5.200 mm (panjang), 1.970 mm (lebar), dan 1.805 mm (tinggi), dengan jarak sumbu roda 3.045 mm. Tidak seperti model Linghui listrik murni lainnya, M9 memiliki sistem penggerak plug in hybrid, yang menggabungkan mesin 1,5 liter dengan motor listrik yang menghasilkan daya maksimum 200 kW (268 hp).

Jika dilihat dari nama modelnya saja, e9, e7, e5, dan bahkan M9 bukanlah model baru di pasaran. Namun, model-model ini sebelumnya berada di bawah merek BYD. Misalnya, BYD pertama kali meluncurkan model e7 pada Mei tahun ini, sedangkan e5 adalah model yang sudah ada sejak beberapa tahun lalu.

 

Ciri umum dari model-model ini adalah penggunaannya yang luas sebagai kendaraan layanan transportasi daring (ride-hailing). Bahkan, bukan hanya e7 dan e5; model seperti BYD Qin Plus juga sering digunakan untuk layanan transportasi daring.

Namun, jika suatu merek menjadi sangat terkait dengan layanan transportasi daring, merek tersebut cenderung mendapatkan label "murah" di benak konsumen, yang kemudian berdampak pada penjualannya di pasar kendaraan penumpang. 
Menurut laporan Car News China, suatu merek akan kesulitan mempertahankan citra premiumnya jika digunakan sebagai kendaraan layanan transportasi daring.

Pengenalan merek Linghui ini menjadi strategi baru BYD. Dengan sejumlah besar kendaraan transportasi daring BYD di jalanan China penjualan model-modelnya yang lebih mahal, seperti BYD Han atau Tang, yang kurang cocok untuk layanan transportasi daring, telah terkena dampaknya. 

"Oleh karena itu, meluncurkan merek layanan transportasi daring khusus untuk membedakannya dari merek inti BYD adalah keputusan yang bijaksana, terutama karena BYD menghadapi tekanan penjualan di dalam negeri," katanya.
 

Topik Menarik