Profil dan Potret Cilia Flores, Ibu Negara Venezuela yang Ikut Diamankan Pasukan Elit AS

Profil dan Potret Cilia Flores, Ibu Negara Venezuela yang Ikut Diamankan Pasukan Elit AS

Gaya Hidup | okezone | Kamis, 8 Januari 2026 - 16:50
share

JAKARTA – Nama Cilia Flores kembali menjadi sorotan internasional setelah dilaporkan ikut diamankan dalam operasi militer Amerika Serikat (AS) di Caracas, Venezuela. Flores, yang merupakan istri Presiden Venezuela Nicolás Maduro, disebut termasuk dalam jajaran tokoh penting pemerintahan yang ditangkap dalam operasi berskala besar tersebut.

Cilia Adela Flores de Maduro lahir di Tinaquillo, Negara Bagian Cojedes, Venezuela, pada 15 Juni 1956. Selama bertahun-tahun, ia dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh di lingkar kekuasaan Venezuela. Perannya jauh melampaui sekadar pendamping kepala negara, karena Flores memiliki latar belakang politik yang kuat dan aktif.

Rekam Jejak Politik Cilia Flores

Karier politik Cilia Flores bermula dari profesinya sebagai pengacara sebelum terjun ke dunia politik melalui Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV), partai yang didirikan oleh mendiang Presiden Hugo Chávez. Namanya mulai diperhitungkan setelah terpilih sebagai anggota Majelis Nasional Venezuela.

(Foto: Profil dan Potret Cilia Flores, Ibu Negara Venezuela yang Ikut Diamankan Pasukan Elit AS, source AP)

Pada 2006, Flores mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang menduduki jabatan Ketua Majelis Nasional. Posisi strategis tersebut semakin mengukuhkan pengaruhnya dalam pemerintahan dan peta politik nasional Venezuela.

Ketika Nicolás Maduro resmi menjadi presiden pada 2013, peran Flores kian menonjol. Ia kerap dijuluki pendukungnya sebagai “first combatant”, istilah yang mencerminkan keterlibatan aktifnya dalam dinamika politik, bukan sekadar simbol ibu negara. Flores juga rutin mendampingi Maduro dalam berbagai agenda politik dan pertemuan internasional.

Kontroversi dan Sanksi Internasional

Di balik pengaruh politiknya, nama Cilia Flores tak lepas dari berbagai kontroversi. Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat menudingnya terlibat dalam praktik korupsi, penyalahgunaan wewenang, serta keterkaitan dengan jaringan kejahatan terorganisasi. Pada 2015, dua keponakan Flores ditangkap otoritas AS atas kasus penyelundupan narkoba, yang turut menyeret namanya ke dalam sorotan global, meski ia membantah keterlibatan langsung.

AS kemudian menjatuhkan sanksi terhadap Flores, termasuk pembekuan aset dan larangan perjalanan. Washington menilai Flores sebagai bagian dari lingkar inti kekuasaan Maduro yang dianggap bertanggung jawab atas krisis politik, ekonomi, dan kemanusiaan yang melanda Venezuela.

Reaksi Internasional

Kabar penangkapan Cilia Flores bersama Nicolás Maduro memicu respons keras dari berbagai pihak. Pemerintah Venezuela beserta sekutu-sekutunya, seperti Rusia, China, dan Iran, mengecam langkah AS dan menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan negara. Sebaliknya, kelompok oposisi Venezuela menilai penahanan tersebut sebagai simbol runtuhnya dominasi elite lama.

Selama ini, Cilia Flores dikenal sebagai sosok kuat di balik kepemimpinan Nicolás Maduro. Dari seorang pengacara dan politisi parlemen hingga menjadi ibu negara dengan pengaruh besar, Flores kini berada di pusat peristiwa dramatis yang mengguncang politik Amerika Latin dan hubungan internasional.

Topik Menarik