Tinjau Jalur Gadog, Kakorlantas Sebut Arus Balik Nataru Aman dan Lancar
JAKARTA – Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyebut arus balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) berjalan aman dan lancar. Bahkan, angka kecelakaan juga mengalami penurunan yang signifikan.
"Jadi fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan itu turun 27,12 persen. Jadi hampir sekitar 150 orang meninggal dunia bisa kita cegah. Peristiwanya itu turun 7 persen. Ini luar biasa karena Operasi Natal atau Lilin adalah operasi kemanusiaan, sehingga keselamatan dan kelancaran di jalan itu menjadi bagian utama," kata Agus saat meninjau langsung Pos Polisi Gadog, Jawa Barat, Minggu (4/1/2026).
Saat meninjau jalur arus balik bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Agus menyebut kondisi terpantau terkendali dan tidak mengalami lonjakan signifikan. Agus juga mengapresiasi Polres Bogor yang ikut melibatkan peran masyarakat, dalam hal ini Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas), untuk membantu kelancaran, keamanan, ketertiban, dan keselamatan lalu lintas (kamseltibcarlantas).
"Hari ini kami datang ke Gadog karena kami memberi apresiasi kepada Polda Jabar, khususnya Polres Bogor, yang menggandeng Supeltas untuk membantu di simpul-simpul jalan dan jalan-jalan alternatif guna melancarkan arus lalu lintas," ujar Agus.
Menurut Agus, gagasan Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto melibatkan peran masyarakat tersebut merupakan hal yang pertama kali dilakukan. Hal ini dinilai efektif membantu memperlancar arus mudik dan balik Nataru.
"Karena ini yang pertama, saya dengan Pak Menteri atas perintah Pak Kapolri hadir di sini untuk menyampaikan apresiasi dan memberi semangat agar masyarakat ikut membantu menciptakan lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar," ucap Agus.
Sementara itu, ia juga menyebutkan bahwa hingga saat ini proyeksi kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui tol telah mencapai 96 persen. Sedangkan untuk arus balik tidak mengalami peningkatan yang signifikan.
"Berkaitan dengan traffic counting, proyeksi kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui tol itu 2.900.000. Jadi yang sudah kembali itu 96 persen, tinggal 4 persen. Artinya, arus balik hari ini tidak terlalu signifikan. Parameter-parameter seperti kemungkinan penerapan contraflow juga terlihat cukup landai. Itu yang pertama," ucapnya.










