Kubu Roy Suryo Duga Ada Manuver Bikin Kasus Ijazah Jokowi Seolah-olah Selesai

Kubu Roy Suryo Duga Ada Manuver Bikin Kasus Ijazah Jokowi Seolah-olah Selesai

Nasional | okezone | Kamis, 1 Januari 2026 - 23:29
share

JAKARTA – Kuasa hukum para tersangka kasus dugaan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi), Ahmad Khozinudin, menilai narasi bahwa Jokowi akan memaafkan para tersangka seolah menjadi upaya untuk menghentikan perkara hukum yang sedang berjalan.

“Ini mengonfirmasi seolah-olah harus diakhiri di proses ini (perdamaian), sehingga tidak perlu ke persidangan,” kata Khozinudin dalam program Interupsi bertajuk ‘Jokowi Tak Maafkan Roy–Rismon–Tifa, Kenapa?’ yang ditayangkan iNews, Kamis (1/1/2026).

Dia menegaskan Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa sama sekali tidak pernah merasa bersalah dan tidak memiliki niat untuk menyampaikan permohonan maaf terkait tuduhan yang dilayangkan.

Ia menyebut adanya manuver yang mencoba membangun opini seolah-olah perkara ini telah selesai setelah dokumen ijazah diperlihatkan kepada para tersangka.

“Pertanyaannya, siapa yang minta maaf? Dan siapa yang sudah diputus bersalah sehingga harus minta maaf? Apakah dengan mendekatkan dokumen kepada orang yang berstatus tersangka yang minta ditunjukkan, kemudian bimsalabim ijazah itu menjadi asli? Oh tidak, ini prosesnya masih panjang,” ujarnya.

Pihaknya juga menyatakan telah mengajukan permohonan kepada kepolisian untuk melakukan pengujian secara independen terhadap objek ijazah yang diperkarakan. Langkah ini diambil untuk memastikan keaslian dokumen secara saintifik, bukan sekadar klaim sepihak.

Menurutnya, munculnya narasi perdamaian dan permintaan maaf diduga merupakan strategi untuk menghindari proses hukum lebih lanjut. Pihaknya menyinyalir pelapor mulai merasa lelah dengan dinamika kasus ini, namun berupaya menghentikan perkara dengan cara yang seolah-olah datang dari pihak tersangka.

Khozinudin juga mengungkapkan bahwa salah satu tersangka, Rustam Effendi, telah menyatakan tetap pada pendiriannya bahwa ijazah yang ditunjukkan oleh pihak kepolisian memiliki ketidaksesuaian fisik. Setelah diperlihatkan dokumen tersebut, Rustam secara tegas menolak mengakui keabsahannya.

“Rustam Effendi setelah diperlihatkan ijazah itu, dia bilang, ‘Oh itu palsu, Pak Polisi. Itu bibir bukan bibir Pak Jokowi, itu mata bukan mata Pak Jokowi, itu telinga bukan telinga Pak Jokowi. Ijazah itu palsu,’” tuturnya.

Topik Menarik