Legislator PKB Eka Widodo Sebut Gen Z Kecewa, Desak Pemakzulan Wapres Gibran

Legislator PKB Eka Widodo Sebut Gen Z Kecewa, Desak Pemakzulan Wapres Gibran

Nasional | sindonews | Kamis, 5 November 2026 - 00:48
share

Anggota DPR dari Fraksi PKB, Eka Widodo alias Edo mengungkapkan kekecewaan kalangan Generasi Z (Gen Z) terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mereka meminta Gibran dimakzulkan, karena sudah tidak layak menjadi wapres.

Kekecewaan tersebut, menurut Edo, sapaan akrab Eka Widodo, disampaikan langsung oleh sejumlah anak muda saat Edo melakukan kegiatan reses di daerah pemilihannya, Jawa Tengah IX. Edo mengaku sempat digeruduk anak-anak muda yang ingin menyampaikan aspirasi dan kegelisahan mereka terkait persoalan hukum Gibran.

Menurut Edo, salah satu persoalan yang paling disorot Gen Z adalah anggapan bahwa perjalanan Gibran menjadi wakil presiden telah merusak citra anak muda dalam dunia politik. Mereka merasa proses tersebut melukai harapan generasi muda yang ingin memiliki kesempatan sama untuk menjadi pemimpin bangsa.

"Ketika saya reses di Dapil Jawa Tengah IX, saya dikerumuni anak-anak Gen Z. Mereka menyampaikan kekecewaan yang sangat mendalam terhadap kasus Gibran. Mereka merasa konstitusi telah dirusak dan hati anak-anak muda terluka. Ini murni suara anak-anak Gen Z yang disampaikan kepada saya ketika reses," ujar Edo dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).

Edo menuturkan, sebagian anak muda menilai Gibran bisa menduduki jabatan wakil presiden karena statusnya sebagai putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat itu. Mereka mempersoalkan proses perubahan ketentuan usia calon presiden dan wakil presiden melalui Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang membuka jalan bagi pencalonan Gibran.Kondisi tersebut, lanjut Edo, memunculkan persepsi di kalangan Gen Z bahwa kesempatan menjadi pemimpin hanya terbuka bagi anak pejabat atau mereka yang memiliki akses kekuasaan. Sementara anak-anak dari keluarga biasa merasa semakin sulit mewujudkan cita-cita menjadi pemimpin.

"Ini yang sangat menyedihkan. Anak-anak muda merasa seolah-olah untuk menjadi pemimpin harus menjadi anak presiden atau anak pejabat. Kalau bukan anak pejabat, mereka merasa tidak punya kesempatan. Padahal, demokrasi seharusnya memberikan ruang yang sama bagi setiap warga negara," ujarnya.

Selain persoalan konstitusi, Edo mengatakan Gen Z juga menyampaikan kekecewaan terhadap janji penciptaan 19 juta lapangan kerja. Faktanya, pengangguran semakin banyak. Menurut data BPS 2026, ada 67 Gen Z sekarang sedang menganggur.

Dalam pertemuan tersebut, kata Edo, sejumlah anak muda bahkan menyampaikan tuntutan agar Gibran dimakzulkan dari jabatan wakil presiden. Aspirasi itu merupakan bentuk kekecewaan mereka terhadap berbagai persoalan yang berkembang.

"Anak-anak Gen Z menyampaikan bahwa mereka ingin Gibran dimakzulkan. Mereka merasa kecewa karena harapan terhadap kepemimpinan anak muda justru tercoreng oleh persoalan ini," ungkapnya.Edo menyebut setidaknya terdapat tiga persoalan hukum dan konstitusional yang menjadi dasar kritiknya terhadap Gibran. Pertama, polemik Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 yang mengubah ketentuan persyaratan usia calon presiden dan wakil presiden. Putusan tersebut menjadi pintu bagi Gibran untuk maju sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024.

Kedua, dalam pertimbangannya, MK menyatakan tidak menemukan ijazah Gibran alias Gibran tidak memiliki ijazah setingkat SMA. Ketiga, putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan surat keterangan (Suket) penyetaraan pendidikan Gibran tidak sah dan batal demi hukum.

Menurut Edo, putusan tersebut harus menjadi perhatian serius dalam mengevaluasi persoalan administrasi pencalonan wakil presiden. Atas berbagai persoalan tersebut, Edo meminta agar aspirasi masyarakat, khususnya Gen Z, tidak diabaikan. Ia juga mendorong agar pemakzulan Gibran segera dilakukan.

Topik Menarik