Momentum 70 Tahun Lokananta, PPA Siapkan Regenerasi Musisi Muda

Momentum 70 Tahun Lokananta, PPA Siapkan Regenerasi Musisi Muda

Nasional | sindonews | Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:49
share

Lokananta sebagai institusi musik bersejarah terus beradaptasi dan relevan dalam mendukung perkembangan ekosistem industri musik Indonesia. Bertepatan momentum 70 tahunLokananta, dilakukan peluncuran Bintang Muda Lokananta (BML) Vol 3.

Hal itu dilakukan PT Perusahaan Pengelola Aset atau PPA (Persero) selaku pengelola yang melanjutkan komitmennya dalam mendukung pengembangan talenta musik Indonesia. BML merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PPA di bidang pendidikan, khususnya inkubasi musisi muda sebagai pelaku industri ekonomi kreatif.

Program ini sejalan dengan semangat Asta Cita dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, serta memperluas kesempatan generasi muda untuk untuk berkarya, berinovasi dan berkontribusi dalam perekonomian nasional.

Baca juga: Revitalisasi Studio Rekaman Lokananta, Merawat Warisan Bung Karno

“Revitalisasi Lokananta tidak berhenti pada pemugaran gedung. Aset negara ini harus terus produktif dan menciptakan nilai. Lewat BML, Lokananta kembali melakukan hal yang dulu membuatnya besar: menemukan musisi, merekam karya baru, dan membawanya ke publik. Kami ingin kehadiran PPA di sini memberi dampak ekonomi sekaligus dampak sosial dan budaya," kata Direktur Utama PT PPA (Persero) M Teguh Wirahadikusumah, dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2026).Memasuki penyelenggaraan ketiga, BML terus mengembangkan pendekatan pembinaan yang komprehensif, tidak hanya berfokus pada kemampuan bermusik, tetapi juga memberikan pemahaman kepada peserta mengenai proses produksi rekaman, pengelolaan karier, distribusi karya, hingga aspek bisnis musik.

Lihat video: Forum WIPO Swiss, Menkum Dorong Tata Kelola Royalti untuk Musik dan Jurnalistik

Melalui rangkaian program yang mencangkup proses kurasi, Lokananta Studio Gigs, mentoring bersama praktisi industri, rekaman profesional, perilisan karya, hingga tur promosi, peserta mendapatkan pengalaman dan wawasan praktis untuk membangun karier musik yang berkelanjutan berdaya saing di industri kreatif.

Pada BML Vol 1, program ini mencatat skor Social Return on Investment (SROI) sebesar 7,13, yang kemudian meningkat menjadi 7,46 pada BML Vol. 2. Pencapaian ini menunjukkan semakin besarnya nilai sosial yang dihasilkan melalui program, sekaligus menunjukkan efektivitas investasi sosial PPA dalam menciptakan dampak positif bagi pengembangan talenta muda dan ekosistem industri kreatif..

Wendi Putranto, CEO Lokananta menjelaskan, selama tujuh dekade Lokananta telah menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah musik Indonesia.

"Bagi kami, merawat warisan musik bukan sekadar menjaga apa yang telah dihasilkan pada masa lalu, melainkan juga membuka jalan bagi lahirnya karya-karya besar berikutnya. Bintang Muda Lokananta adalah wujud nyata dari semangat tersebut," ujarnya."Kami ingin Lokananta menjadi tempat di mana talenta muda tidak hanya ditemukan dan direkam, tetapi juga dibekali pengetahuan, jejaring, serta kesempatan untuk membangun karier yang berkelanjutan. Sebab, masa depan musik Indonesia tidak cukup hanya dirayakan, tetapi harus dipersiapkan dan diperjuangkan bersama,” sambung Wendi.

Keberhasilan penyelenggaraan BML juga didukung oleh keterlibatan para musisi dan profesional industri musik sebagai juri dan mentor, di antaranya Iga Massardi, Lafa Pratomo, Kukuh Rizal, Endah Widiastuti, Ferry Dermawan, dan Satria Ramadhan. Kolaborasi dengan para praktisi tersebut memperkuat posisi BML sebagai ruang pengembangan talenta pendidikan musik terapan yang menghubungkan talenta baru dengan dinamika dan ekosistem industri musik nasional.

Sejak direvitalisasi dan kembali dibuka untuk publik pada 2023, Lokananta terus berkembang tidak hanya sebagai cagar budaya music Indonesia di Surakarta, tetapi juga menjadi sebuah destinasi yang mengintegrasikan pelestarian warisan musik, produksi kreatif, pertunjukan, kolaborasi dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Lokananta telah mencatat lebih dari 1,2 juta 1.246.440 kunjungan serta menjadi lokasi penyelenggaraan 497 kegiatan. Pencapaian tersebut menunjukkan peran Lokananta sebagai ruang budaya sekaligus penggerak aktivitas ekonomi kreatif yang mempertemukan musisi, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat.

Topik Menarik