Polri Bidik Perusahaan Kapal Penyelundup 1,16 Ton Narkoba di Malaysia

Polri Bidik Perusahaan Kapal Penyelundup 1,16 Ton Narkoba di Malaysia

Nasional | okezone | Jum'at, 23 Oktober 2026 - 14:26
share

JAKARTA -  Polri mengidentifikasi perusahaan kapal yang menyelundupkan 1,16 ton narkoba jenis ketamin di perairan Selat Malaka berada di Malaysia. Penyidik akan mendalami keterlibatan koorporasi dalam jaringan narkoba lintas negara ini.

Demikian disampaikan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto saat konfrensi pers di Medan, Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026).

"Dalam pengungkapan ini, kita telah mendapatkan profil lengkap dari kapal target. Kapal ini bernama MT Global 168. Ini merupakan kapal jenis tanker, ya, kita lihat, berbendera Mongolia. Jadi benderanya Mongolia, tapi kapalnya dari Malaysia," kata Suyudi

Suyudi menjelaskan, MT Global 168 ini memiliki nomor IMO 9078347, nomor MMSI 45761500, serta call sign JVFN8. Ia berkata, kapal yang dibangun tahun 1993 ini berstatus masih aktif. Ia berkata, kapal ini pernah menggunakan nama Surgeo Maru nomor 08.

"Unilah salah satu strategi para penyelundup, selalu merubah-rubah nama kapal ya, update di generate selalu. Kita dari berbagai pengungkapan penangkapan kapal, itu selalu fenomena ini terjadi. Kapal itu dirubah-rubah namanya untuk apa namanya? Meringankan otorisasi ya," ucap Suyudi.

Adapun spesifikasi kapal ini memiliki panjang 56,99 meter dengan lebar 9,02 meter. Kapal ini juga tercatat memiliki gross tonnage (GT) sebesar 370 dan DWT storage pada kisaran 726 hingga 776 ton.

"Terkait dengan manajemen kapal, tim gabungan telah teridentifikasi bahwa kapal ini tertautkan atas nama perusahaan pemilik atau register owner yaitu Makmur Marine Petroleum,” ujarnya.

 

Dia mengungkapkan alamat perusahaan tersebut, yaitu berlokasi di Suite 11 dan 12, Lantai 5 Menara TJB, Jalan Syeikh Muhammad Butti, Bandar Johor Baru 80000, Johor, Malaysia.

"Fakta ini tentunya akan menjadi bekal penting bagi tim penyidik untuk mendalami keterlibatan korporasi maupun pihak-pihak pengendali di balik jaringan internasional ini," pungkasnya.

Topik Menarik